Monday, October 29, 2012

beberapa, tak semua :)


            Yang sedari tadi kupegang, mungkin rasanya sampai lumutan. Bingung harus menghubunginya atau tidak. Kalau aku menghubunginya, takut ia mengiraku over pede, tapi aku ingin. Sekalinya niat itu ada untuk memberitahunya bahwa aku pulang, tak lama kuurungkan lagi niatku. Lama mengulur waktu, inilah saatnya.
            “Hai assalamualaikum..”, sapaku mengawali perbincangan via telepon itu.
            “waalaikumsalam lin, ada apa?”, tanyanya dengan suara yang hangat tentunya.
            “Hehehe, engga kenapa-kenapa. Aku udah ontheway pulang nih, udah dari tadi sih sebenernya.”, kataku bercerita.
            “Udah nyampe mana?”, tanyanya.
            “Udah nyampe Jombang.”, jawabku.
            “Ohh, ayah sama ibuk gimana? Masih fit kan?”, tanyanya membuatku sedikit terkejut untuk sepersekian detik karena tak menyangka dia akan menanyakan hal itu.
            “Mereka alhamdulillah baik-baik aja kok, masih fit. Hehehe.”, jawabku agak-agak kaku.
            “Alhamdulillaah.. eh gimana? Jadi di beliin kamera?”, tanyanya tiba-tiba.
            Dan yang kurasakan sekarang saat mendengar suaranya, bagaikan ada petir menyambar. “Hah? Kenapa tina-tiba kamu bahas ini?”, tanyaku menutupi.
            “Lah? Udah deh jawab aja..”, katanya.
            “Ngga mau, aku mau jawab kalo kamu jawab pertanyaanku itu dulu.”, kataku tetap tak mau menjawab.
            “Ayah kamu kapan hari udah nanya-nanya tipe kamera kan..”, jelasnya membuatku langsung tertuju pada blogku.
            “Apah? Ini juga. Kamu tau dari manaaa?”, tanyaku yakin tak yakin.
            “Udah jawab dulu napa..”, katanya tetap tak mau kalah.
            “Hmh, iya sudah..”, aku menyerah, jawabku lemas.
            “Udah dibeliin?”, tanyanya tak yakin.
            “Iyaaa..”, jawabku lebih lemas dari sebelumnya.
            “Alhamdulillah dong kalo udah dibeliin.. hehehe.”, jawabnya sambil cengengesan.,            “Iya, tapi kamu tau dari manaaa?”, tanyaku tetap penasaran.
            “Emang segitu pentingnya ya buat kamu?”, tanyanya.
            “Jelas.”, jawabku singkat.
            “Dwi Artionus Putra itu siapa?”, tanyanya yang lagi-lagi seperti hantaman petir.
            “APAAA? Ya kan aku tauuu! Kamu stalking blogku yaaa?”, tanyaku menggebu namun tepat sasaran.
            “Nah itu kamu tau, iya sih cuman nggak semua aku baca. Dia itu siapa?”, tanyanya tetap.
            “Hahaha, aku nggak tau dia siapa, bahkan aku juga nggak tau di dunia ini ada nggak nama orang kayak dia tuh. Itu nama samaran doang, tau sendiri kan kamu, itu cerita tentang siapa, aku cuman pinjem “Tio”-nya aja kok.”, kataku menjelaskan.
            Percakapan telepon itu tentunya berlangsung lucu dengan beberapa diiringi gelak tawa. Lucu memang, bahagia. Kejutanku untuknya memang gagal. Tapi tak apa, setidaknya ada suaranya yang memecah keheningan di hati ini J

Je t'aime, batman <3

No comments:

Post a Comment