Friday, November 9, 2012

Cinta Menyapa dalam Badai

Rianto Sudirman bukan pria idola wanita. Tubuhnya terlalu tambun. Tidak pandai merayu. Dan tidak punya daya tarik apa-apa kecuali sebentuk hati yang amat lembut dan sebongkah cinta yang sangat tulus.

Sampai berumur tiga puluh lima tahun, dia menjalani hidup yang tenteram dan damai bersama ibu yang sangat dicintainya. Tetapi suatu hari dia bertemu dengan Anggun Pitaloka, mahasiswi fikom yang cantik jelita, putri seorang pengacara terkenal dan pacar seorang junkie...

Lalu hidup Rianto yang nyaris tanpa gelombang dan badai berubah drastis. Dia jatuh cinta pada Anggun. Dan walaupun Anggun tidak mencintainya, Rianto memberinya sekuntum cinta yang amat tulus. Yang tidak punah sekalipun digempur ribuan virus AIDS...



Novel ini mengundang tangis dari awal. Belum separuh baca, rasanya air mata sudah seperti air bah. Tentang perjuangan Rianto yang menunggu Anggun Pitaloka, dan perjuangan-perjuangan yang lainnya. Pacar Anggun yang bernama Yudha adalah seorang pecandu naza. Papa Anggun melarang keras putri tunggalnya menjalin hubungan dengan seorang pecandu. Mama Anggun juga mempunyai firasat jika Yudha tidak baik untuk putri satu-satunya tersebut. Tapi apadaya, Anggun sangat mencintai Yudha, walaupun sifatnya keras, suka memberontak, dan kasar. Tak jarang dalam hubungannya Yudha bermain tangan saat marah kepada Anggun.

Rianto yang bertemu Anggun secara tidak sengaja, mempunyai rasa cinta yang besar untuk Anggun. Seberapapun Anggun menyakitinya, dia tak pernah menganggap jika Anggun sedang menyakitinya. Rianto terlalu baik untuk Anggun, begitu kata Bu Rully, ibu Rianto. Saat Anggun divonis hamil, saat itu Anggun sudah mengandung anak dari Yudha. Tentu ia sudah hamil di luar nikah. Anggun dilanda dilema berat. Dia mencintai Yudha, tapi Papanya tidak mau putri semata wayangnya menikah dengan jungkies. Dan beruntungnya Anggun mempunyai Ibu yang sangat bijaksana seperti Bu Sofi. Dia senang putrinya mempunyai teman dekat seperti Rianto yang lebih terhormat dari Yudha. Rianto yang seorang dokter, yang selalu didambakan pasiennya bukan karena dia pintar, namun karena dia lebih merawat pasiennya dengan kasih sayang. Bu Sofi, ibunda Anggun menyarankan lebih baik Anggun menikah dengan dokter Rianto. Bagi Anggun, bagaimana mungkin dia menikahi seseorang yang tidak dicintainya?

Rianto begitu bahagia mempunyai istri secantik Anggun. Dia menyayangi Anggun dengan sepenuh hati. Selalu memanjakannya dengan berjuta kasih sayang. Lambat laun Rianto tau kalau anak yang dikandung Anggun bukanlah anaknya. Tapi Rianto tidak peduli itu anak siapa, yang penting ia menyayanginya dengan setulus hati. Dan sampai beberapa tahun menjalani mahligai rumah tangga bersama Rianto, Anggun masih belum juga bisa mencintai Rianto. Ia masih terbayang tentang Yudha yang sedang menjalani Rehabilitasi penyembuhan ketergantungan obatnya di Amerika. Anggun masih menyimpan segala sesuatu tentang Yudha di tempat rahasianya. Tentunya Rianto tau, tapi ya begitulah Rianto. Terlalu baik hingga terkadang sampai terkesan bodoh.

Perjuangan hidup yang keras dirasakan Anggun. Rianto yang tiba-tiba murung dan menjauhi Anggun dan Yos, anak mereka karena suatu penyakit. Siapa sangka lelaki sebaik Rianto mengidap AIDS? Semuanya menganggap serba tidak adil saat mengetahui penyakit yang dianggap "kutukan" itu hinggap di tubuh Rianto. Tak lama Rianto meninggal. Sebelum kepergiannya, Yudha sudah meninggalkan Anggun lebih dulu karena peristiwa yang tidak di sengaja yang disebabkan oleh Anggun. Belum berkahir, Yos juga hilang di bawa Bu Rully yang bersi keras tak mau mengembalikan kepada ibu kandungnya, Anggun. Hidup yang keras, membuat Anggun rasanya enggan mengenal makhluk bernama "lelaki"...

No comments:

Post a Comment