Wednesday, November 14, 2012

Kangen itu-sangat-menyiksa

Manusia normal pasti punya perasaan dimana ia bisa menyalurkan kasih sayang kepada siapapun, nggak terkecuali aku kan. Kalau manusia itu sendiri bisa sayang dengan manusia lain, berarti ia juga bisa merasakan suatu perasaan yang dinamakan "rindu". Sederhana sebenarnya, namun entah kenapa kadang-kadang bisa menyesakkan hingga sedemikian rupa.

Hari Sabtu yang menyenangkan. Segala yang ku kerjakan semuanya berjalan lancar. Sorenya aku juga mengisi waktu luangku untuk ngeband. Ya sebetulnya hanya untuk menghilangkan rasa jenuh karna laptop yang biasa ku pakai sedang rawat inap. Saat aku pulang sore itu, aku teringat akan sesuatu. Dia. Aku tak menerima kabarnya sama sekali sedari kemarin. Ku coba tenang. Dan selalu ku coba begitu apapun keadaannya. Meyakini semuanya akan baik-baik saja dan tentunya, akan indah pada waktunya.

Malam yang sunyi, hanya di temani suara dan gambar yang bergerak dari TV di ruang keluargaku. Tak ada laptop yang biasa mengusir kegundahan. Tersadar malam itu adalah malam Minggu. Lantas? Apa istimewanya untuk orang sepertiku? Nihil. Iseng-iseng, aku stalking TL akun twitternya. Cukup banyak juga kabar terbaru darinya. Lebih-lebih di tanggal 7 November. Akhirnya ada inisiatif menghubunginya terlebih dulu. Entah aku juga bingung apa yang mendorong munculnya inisiatif ini. Kangen? Ya mungkin.

Saat sudah ku kirimkan sebuah pesan singkat yang tak begitu penting untuknya, ada balasan juga darinya. Tapiii, entah kenapa aku tak merasa WAH seperti biasanya. Seperti ada yang aneh, tapi aku juga tak tahu itu apa. Seperti ada keganjalan saat pesan balasan itu datang. Namanya negatif thinking, tentu cepat-cepat ku hilangkan dan berfikir positif bahwa semuanyaaa baik-baik saja, bahkan sangat baik.

Sekitar pukul 8 malam, entah rasa yang menyesakkan itu timbul tenggelam. Aku kalap. Ku putuskan saat itu untuk masuk kamar saja. Percuma, sekalinya kelabu tetaplah kelabu. Tidak ada cerita sekalinya kelabu, nanti pasti menjadi merah merona.

Menenangkan pikiran. Cara terampuh mengenyahkan rasa sesak di dada itu. Satu lagu, dua lagu dan lagu-lagu seterusnya menemaniku dalam sunyi malam minggu itu. Kangen itu-sangat-menyiksa, tapi aku bahagia karna rinduku itu.. kamu :)

No comments:

Post a Comment