Tuesday, November 20, 2012

Kangen seseorang di layar ponselku...


                Pagi itu langit cerah, angin juga sepertinya berhembus seirama dengan burung-burung yang berterbangan. Aku tersenyum kecil mensyukuri pagi ini aku masih bisa melihat pemandangan seindah ini, masih bisa memandang jelas wajah ibu yang membangunkanku subuh tadi. Tapi cerahnya kicau burung pagi ini tak bisa tertangkap oleh relung hatiku yang terlanjur keruh, karena merindukanmu.
                Mencoba ceria saat ku tau aku tak begitu. Atau yang ku lakukan itu berpura-pura ceria? Akting di depan para sahabatku? Membohongi diriku sendiri? Apa-apaan aku ini. Aku tau ini bukan aku. Bukan diriku. Aku sadar aku bukanlah tipe seseorang yang suka membohongi diriku sendiri, bukan tipe orang yang suka berpura-pura atau apapun yang lainnya. Hanya satu alasan sebenarnya, aku ingin merasakan keceriaan seperti teman-temanku.
                “Siapa nih? So sweet banget.” Kata temanku berkomentar tentang foto yang ada di wallpaper blackberryku.
                “Hahaha, sesuatu.”
                “Batman?”
                “Itu lo tau.”
                Hampir setiap temanku yang melihat fotoku dengannya, bertanya demikian dan aku juga menjawab dengan jawaban yang sama persis. Saat mereka bertanya, ada banyak rasa yang berkecamuk walau hanya sekejap. Rindu yang semakin menebal secara tiba-tiba. Dadaku berdenyut nyeri dalam sekejap. Dan itu hanya terjadi untuk sepersekian detik dan sisanya? Kembali seperti semula. Normal seperti tak ada apapun.
                Susai solat Dhuhur, aku tetap berdiam diri di musollah mungil itu. Pandanganku tertuju pada satu titik namun kosong. Yang terbayang hanya rasa rindu yang megah terbentang untuknya. Hanya  itu, dan tetap saja itu.
                Temanku, yang faham bagaimana diriku, mencium gelagat aneh bahasa tubuhku.
                “Lo kenapa?”
                “Hah? Kenapa gue?”
                “Ye, gue nanya malah balik nanya.”
                “Haha, gue nggak kenapa-kenapa kali.”
                “Yakin nggak kenapa-kenapa?”
                “Yes I’m sure.”
                “Lo ngelamun, galau lo?”
                “Idih engga.”
                “Engga salah?”
                “Biasa aja. Haha..”
                “Kenapa?”
                “Ini. Gue kangen banget nih.”
                Ku tunjukkan bagian depan ponselku ke hadapan temanku itu. Ku pandangi lagi, dan aku terdiam dengan sukses. Menghirup dan menghembuskan nafas dengan berat. Dan aku juga berhasil mendapatkan tepukan ketegaran dari temanku itu. Fiuhh.. Sabar. Ikhlas. Tenang saja.

No comments:

Post a Comment