Thursday, November 15, 2012

Mau begini sampai kapan?

"Kamu mau kayak gini sampai kapan?"

Pertanyaan sederhana yang jawabannya pun singkat. Ku angkat bahu, tanda "aku tidak tahu". Memang begitu kan? Aku sama sekali tidak tau akan menunggumu sampai kapan. Selamanya? Mungkin tidak. Mungkin sampai nanti, sampai Tuhan sudah memberikan sebuah akhir cerita penantianku. Entah itu sebuah akhir yang happy ending or sad ending. Aku masih jelas ingat, kau juga mengharapkan akhir yang baik. Dan semoga saja sesuai dengan apa yang kau harapkan, begitu juga aku.

Kau selalu menanyakan, kenapa aku tidak mencari laki-laki lain agar perhatianku padamu teralihkan? Haha, sadarkah kau? Sudah kedua kalinya kau bertanya demikian padaku. Dan aku, juga mempunyai jawaban yang tetap sama. Aku tak ingin mencari, toh buat apa aku memaksakan mencari jika hati ini masih tetap tertambat untukmu? Kau juga tau bukan, jika keinginanku tak mencari lelaki lain karena aku tak ingin menjadikan mereka pelarian. Lebih baik mereka yang ku tolak daripada nanti di kemudian hari mereka yang merasa tersakiti karena aku.

Aku tak pernah menghitung waktu saat menunggumu. Dan itulah kunci di mana aku masih bisa bertahan, masih bisa menaruh rasa yang sama untukmu. Aku hanya mengingat, sejak saat itu. Sejak bulan Juli awal ceritaku dan kamu dimulai. Dan semua kenangan itu, muncul menyembur di segala sudut hati dan otakku. Hahaha.. lucu memang, bagiku entah bagimu.

Aku yakin pasti ada akhir dari segala yang kulakukan saat ini. Hingga pada saatnya nanti Tuhan akan memberikanku akhir dengan senyuman, atau sebaliknya. Aku sangat percaya segala sesuatu yang akan terjadi nanti, itulah yang terbaik untukku. Baik atau buruk, happy ending atau sad ending, masing-masing dari mereka pastilah ada hikmah di dalamnya. Jangan khawatir, aku akan tetap baik-baik saja, doaku masih untukmu, untuknya, dan tentunya untukku... :)

No comments:

Post a Comment