Wednesday, December 5, 2012

Ceritakan nanti yaa, "Apa yang terjadi sebenarnya?"


Apa sebenarnya yang terjadi padamu hari ini? Mengapa kau begitu murka? Mengapa kau sangat marah hari ini? Apa yang menggoyahkan sudut ruang di otakmu? Apa? Bisakah kau jelaskan padaku? Aku mengkhawatirkanmu...

                Baru ku buka GoogleChrome ku pagi ini, membuka dasbor blogku, membuka beranda facebookku, membuka aplikasi TweetDeck ku, dan apa yang ku dapati? Satu persatu twitter updates mu bermunculan menghiasi pandanganku. Ada apa semua ini? Mengapa kau begitu mengumpat wanitamu? Apa yang sebenarnya terjadi?

                Aku terdiam. Entah bingung harus melakukan apa padamu. Aku ingin memaksamu tuk menceritakan detik itu juga namun ku tunda. Bukan waktu yang tepat jika ku menagih ceritamu sekarang. Semua kan percuma. Jika ku minta sekarang, tenagaku hilang dan kau juga tetap diam dan takkam menceritakan sedikit pun kepadaku.

                Jantungku berdegup kencang. Seperti genderang yang mengumandangkan perang. Perasaanku campur aduk tak karuan. Aku tahu, semua yang kau umpat adalah untuk wanitamu, kekasihmu, tapi mengapa aku yang merasakan perasaan yang seperti ini? Otakku yang masih bingung harus berpikir melakukan tindakan apa, dihiasi dengan ucapan komat-kamit bibirku yang terus beristighfar. Dengan sedikit lambat otakku membayangkan parasmu. Hatiku berdoa semoga kau juga terus beristighfar dalam hatimu, semoga api amarahmu segera padam oleh hembusan angin. Ucapanku selalu mendoakan agar amarahmu cepat padam. Berdoa agar semuanya baik-baik saja. Berdoa agar hubunganmu dengan wanitamu tetap berjalan seperti biasa. Baik-baik saja dan bukannya seperti apa yang aku bayangkan sekarang.

                Aku tak bisa merangkai kata-kata indah yang akan aku beri padamu. Sungguh itu sulit untukku. Aku berfikir di sisi lain kata-kata indah itu hanyalah sebuah permainan yang perlu di susun secara rapih dan indah. Menurutmu, begitukah seorang pembohong? Menurutmu, begitukah seorang yang bermuka dua seperti yang kau katakan? Sabarlaaah. Kau tak pernah sendirian tuk tumpahkan segala kesah dan resahmu. Kau lihat ada aku kan di sini? Aku siap menjadi tempat sampah ceritamu kapanpun kau mau, entah itu bagaimanapun suasana hatimu.

                Sabar itu tak ada batasnya. Sabar itu luas. Sabar itu indah. Sabar itu segala-galanya. Tapi apa sekian inikah kekuatanmu tuk bersabar? Tak bisakah kau memberikan wanitamu sedikit lagi perpanjangan waktu? Entah otak dan hatiku sekarang sudah bingung untuk berfikir bagaimana yang positif bagaimana yang negatif. Ketika aku ingin berfikir yang positif, semuanya bertumbukan hebat dengan yang negatif, begitu seterusnya.

                Aku percaya kau akan baik-baik saja. Doaku menyertaimu dari sini. Ambillah sebuah keputusan yang baik untukmu dan untuk kekasihmu. Tenanglah. Harus lebih tenang. Kau sendiri kan yang mengajarkanku bagaimana menjadi seorang yang tenang? Kau tak mengajariku mengumpat seperti itu. Ambil air wudlu saat kau dilanda amarah seperti yang kau alami ini. Itu juga salah satu cara meraih ketenangan batin. Jika kau sudah lebih tenang, mulailah berpikir langkah terbaik apa yang akan kau jalani. Bagaimana, dan apa. Bisa? Bukan bisa, tapi kau mampu. Aku yakin itu. bahkan aku yakin kau lebih dari mampu.

Jika sudah enak hati, ceritakan padaku ya
Rasa penasaran ini muncul lagi
Sangat besar, dahsyat
Ku tunggu sampah baru ceritamu yaa batman.. :)

No comments:

Post a Comment