Tuesday, December 4, 2012

Today is my SHOCKING DAY!!!

Ya Tuhaaan.. Cukup hari ini saja. Tolonglah, cukup hari ini. Hari ini sudah cukup menjadi shocking day untukku. Janganlah besok terulang lagi.. Baru menapakkan kaki di ruang ujianku, sama sekali tak kudapati namaku tertera di meja baris kedua, ketiga, bahkan belakang sendiri. Dimana? Yeah. Kursi panas yang ku cari ternyata di DEPAN!!! Yang lebih dahsyat dan lebih mengagumkan yaitu di DEPAN meja pengawas. WOW sekali bukan haha. Banyak spekulasi yang menyatakan bahwa "duduk di depan itu jarang di awasi." benarkah itu? Mungkin iya. Tapi spekulasi semacam itu tak menyurutkan rasa terkejutku hari ini.

Demi apapun, lembar demi lembar materi desain grafis yang ku cetak semalaman, tak ku bawa hari ini. Sial. Oke. Hanya seperti ini. Tetap merasa tenang. Belum surut keterkejutanku tentang tempat duduk yang ku diami, banyak sekali jawaban UAS seni budaya ku yang berbeda dengan teman-temanku. Muncul banyak jawaban yang berbeda-beda. Oke, kata batman harus percaya pada diri sendiri bagaimanapun nanti hasilnya. Dan alhasil, seni budayaku sukses ku kerjakan sebagian hasil pemikiranku sendiri. Tak sebagian, hampir separoh.

Bagaimana UAS desain grafis? Wow mukjizat. Banyak soal-soal latihan yang dikeluarkan. Terimakasih ya Allah.. Dan alhamdulillaaah, semua lancar jaya aman terkendali. Kurang 2 soal? Tetap terselesaikan dengan baik.

LANJUT!! Esok FISIKA. Bagaimana kabarnya dengan mata pelajaran yang satu itu? Dan asli, demi apapun, aku sendiri sepertinya sudah tumpul dengan mapel yang satu ini. Jaman-jaman SMP masih teringat aku masih gemar mengerjakan berbagai macam soal dengan berbagai macam rumus dan segala tetek bengeknya. Ketika SMA? Wow bak di telan paus raksasa, rasanya ilmu-ilmu fisika dan segala rumusnya tak ada yang bisa terserap sama sekali dalam otak dan naluri sekalipun.

Sore ini ku berusaha mendobrak niatku. Ayo belajar!! Ayo mencobaa!! Ayo ayo ayooo!!! Menembus hujan deras sore itu, akhirnya sampai juga di tempat kursusku. Beberapa soal-soal fisika dilalap habis walau kadar pengertianku masih jauh di bawah batas normal. Jangan menyerah!! Jangan menyerah!! Tuhan ada di samping orang-orang yang berusaha!! Dan alhasil sudah 15 soal yang kuhabiskan sore ini. Ingin sekali ku melanjutkan. Tapi senja sudah berganti malam. Ibuku tercinta tak ingin putrinya pulang malam. Ku turuti. Dan lagi-lagi hujan mengguyur jalanan Panglima Sudirman petang ini. Ya Tuhan... Semoga apa yang menghadangku hari ini bisa menciptakan mu'jizat esok hari.. amiiin..

Dan istimewa sekali guruku satu ini. Dalam rasa kekesalanku, terbersit rasa kagum yang luar biasa. Bagaimana bisa mengajar dengan jarang menggunakan tinta spidol yang akan digoreskan di hamparan papan whiteboard? Bagaimana bisa membayangkan berbagai macam obyek dengan teorinya dengan mudah? Semua tak bisa dilakukan oleh orang biasa, beliau bisa melakukannya. Befikir dengan imajinasinya. Unik. Sangat unik.

Pak, mengapa anda sangatlah unik? Jenius? Atau apapun yang lainnya. Mengapa? Demi Tuhan otakku sama sekali tak bisa menangkap apa yang kau suruh untuk membayangkan. Mungkin tak hanya aku, mereka teman-temanku juga merasakan hal yang sama. Sudah 2 tahun aku makan hati saat pelajaran ini. Ku coba perhatikan, namun lagi dan lagi, sangat amat sulit dicerna. Lalu, apa yang akan ku jawab pada LJK ku esok hari? Apa yang akan ku hitung jika aku tak mempunyai dasar perhitungan yang kuat? Tiba-tiba ingatanku melambung lagi pada sosok bu Maria, guru fisika SMP ku. Berimajinasi, andaikan guru fisika SMAku bu Maria, atau paling tidak memakai pola dan cara mengajar seperti bu Maria, apa jadinya? Mungkin sistim kerja otak ini akan berangsur membaik dengan masih bisa mencerna segala rumus fisika.

Tuhan, tolong aku
aku tak ingin menyerah dalam keadaan
segala kendala yang menghadang
ku berharap ada sedikit saja mu'jizatMu
yang kan menolongku esok
tuk cerahkan senyum pada bibir
ibu dan ayahku...

No comments:

Post a Comment