Thursday, January 31, 2013

Tetaplah Ada

Tahukah kau tadi matahari begitu terik?
Tahukah kau tadi semua burung gereja berkicau merdu?
Tahukah kau tadi daun dan rerumputan menari lemah gemulai?
Tahukah kau tadi angin sepoi bertiup syahdu?

Ragamu pasti merasakan
Terlebih lagi dalam jiwamu
Kau terlalu peka, kasih
Terlalu...

Menyusuri jalanan panjang ini
Sama halnya menyusuri kenangan yang lalu
Tapi kali ini lain
Aku dibuat tersenyum lebar

Sajak akhir ini terhidang untukmu
Tuan sang empunya bahagia
Maukah kiranya besok, lusa, atau kapan pun
Engkau membagi bahagia ini lagi?

Suara butiran hujan yang bertebaran
Rasa dingin yang menembus mantel
Mempererat jemari kita yang bertemu
Saat dua, namun menyatu

Tersirat jika tak ingin ada kata hilang
Tersirat jika tak ingin ada kata pergi
Tersirat jika tak  ingin ada kata pisah
Tersirat, tersirat, tersirat...

Tetaplah datang dalam lubuk sukma
Tetaplah tinggal dalam palung sanubari
Tetaplah temani dalam putaran mesin waktu
Tetaplah ada, selalu ada...

Penghujung Januari

Hai, Kamis 31 Januari 2013.

Apakah harimu sama menyenangkannya dengan hariku ini? Atau mengalami sesuatu yang menegangkan juga? Lucu sekali. 20% untuk hari ini memang betul-betul menegangkan dan sisanya, lebih dari membahagiakan. Tidakkah kamu merasakan juga hal yang sama? Sama bahagianya denganku, sama berbunganya seperti mereka semua yang ada di taman itu, sama kah? Aku berharap jawabannya iya.

Terimakasih untuk matahari yang tak bosan mencahayaiku hari ini.
Terimakasih untuk langit biru yang selalu setia menemani kemanapun aku pergi.
Terimakasih untuk angin sepoy yang menyibakkan sedikit kemelut dalam jiwa.
Terimakasih untuk awan mendung yang datang meneduhkan suasana.
Terimakasih untuk rintik hujan yang memperindah kisah.
Terimakasih untuk jalanan raya yang jadi saksi bisu lintasanku.
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membuat hariku lebih cerah.
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih

Dan jujur aku bingung ingin mengucapkan terimakasih untuk siapa lagi. Semuanya telah terbangkitkan hari ini. Gundahku, galauku, dan apapun itu semua benar-benar sirna di penghujung bulan ini. Hari ke 31 dalam 2013. Penghujung Januari yang manis. Penghujung Januari yang tidak terlupakan. Ya hari ini, Kamis 31 Januari 2013.

Wednesday, January 30, 2013

Kenapa Harus di Mimpi?


Mimpi yang aneh. Ya mimpi tentangmu.  Mimpi yang membangunkanku saat hari masih petang. Saat fajar belum menampakkan bias sinarnya. Saat suara ibuku belum terdengar menggelegar memenuhi sudut-sudut kamarku; ruangan ternyamanku di dunia. Lucu sekali. Kamu datang, menghampiriku, memintaku menunggu; lagi, dan kemudian kamu tak jadi menjelaskan berbagai varian cerita yang kau promosikan kepadaku.

Kenapa harus datang melalui mimpi? Kamu hanya ingin memberikan isyarat padaku? Atau apa? Isyarat tak kan kembali atau apa lagi yang lainnya? Tahukah kamu, aku kini belajar sesuatu yang dulunya aku tak berfikir akan melakukannya. Rasa terlalu itu yang menghalauku untuk belajar sesuatu yang seperti ini. Rasa terlaluku itu yang menghadangku untuk tidak berfikir akan sampai seperti ini jadinya.

Tapi nasi sudah menjadi bubur kan? Nasi itu bak rasa percayaku, dan bubur bak pengkhianatanmu; pembohonganmu. Takkan kembali menjadi nasi kan? Ya itulah rasa percayaku padamu. Kau sendiri yang menanak nasi, kau sendiri juga yang membuat nasi itu menjadi bubur. Sepertinya bagimu enak ya? Tapi menurutku bubur ini rasanya pahit. Asli tidak enak. Sepertinya kamu harus jadi aku dulu agar bisa merasakan pahitnya.

Oh iya, ngomong-ngomong bukannya kau masih terjerat hutang cerita denganku ya? Bagaimana kabarnya? Apa hanya isu semata? Aku memang membiarkanmu. Aku tak memaksamu agar kau sendiri sadar. Agar kau sendiri juga tenang. Oh tidak. Tenang? Mungkin iya untuk ragamu namun tidak untuk jiwamu. Jiwa yang berhutang, mungkinkah masih bisa tenang? Ya tak ada yang tak mungkin.

Hei, kamu tidak suka ketidak jujuran kan? Aku yakin kau pasti tidak tenang di sana. Aku terlalu mengenalmu sebagai seorang kamu. 7 bulan bukan waktu yang singkat. Bukan waktu yang hanya sekedipam kelopak mata. Cukup lama bukan untuk mengenal seorang kamu? Jadi apa lagi? Katakan saja dan jangan mengulur waktu dengan menyuruhku menunggu ceritamu yang lebih lama lagi.

Kenapa harus di mimpi? Datanglah di alam nyata. Jangan lupa ajak kekasihmu juga ya.

Tuesday, January 29, 2013

Semacam Memo Tidak Penting

MEMO 1
"Lindaaa, semangat yaaa!!! Batman nggak lagi kenapa2 kok, yakin :) Linda ga boleh sedih, ga boleh murung dan ga boleh kebanyakan galo yaaa... Kalo Linda kaya gitu Batman ga kenal. Batman sukanya kalo liat Linda itu nggak cengeng, tegar, kuat dan tetep senyum apapun keadaannya. Linda kangen Batman kan? Berdoa terus buat Batman ya, Allah selalu lindungi Batman kok :) Amiiin"

MEMO 2
"Sandiwarakah selama ini setelah sekian lama kita tlah bersama? Inikah akhir cerita cinta yang selalu aku banggakan di depan mereka? Entah di mana ku sembunyikan rasa malu. Kini harus aku lewati sepi hariku tanpa dirimu lagi. Biarkan kini ku berdiri melawan waktu tuk melupakanmu. Walau sedih hati namun aku bertahan"

MEMO 3
"Aku tahu ini semua tak adil. Aku tahu ini sudah terjadi. Mau bilang apa aku pun tak sanggup. Air mataku tak lagi mau menetes. Alasannya sering kali ku dengar. Alasannya sering kali kau ucap. Kau dengannya seakan ku tak tahu, ceritanya apa aku tahu. Jujurlah sayang aku tak mengapa biar semua jelas tak berbeda jika nanti aku yang harus pergi ku terima walau sakit hati :)"

MEMO 4
"Dulunya memang ku tutup mataku, bahkan hatiku sehingga beringasmu tak terlihat. Dulunya memang aku yakin kamu tidak seperti buaya-buaya di luar sana yang buas. Ternyata segelap itu ya cara pandangku kepadamu? Tapi sekarang aku tahu. Kamu tidaklah beda dengan buaya-buaya itu. Bak siluman, kamu berubah menjadi buaya yang beringas, ganas, dan kelaparan. Dan aku, melihat keganasanmu dengan mata kepalaku sendiri. Pantaskah ku sebut kau sama seperti dulu? Sepertinya tidak. Hati-hati ya. Kalau kamu teruskan, pohon pembalasanmu akan tumbuh lebat."

MEMO 5
"Hai, apa kabar? Baik? Syukurlah :) aku senang sudah mendengar kabarmu. Oh iya, baru-baru ini aku melihat kamu sedang bermain drama. Betulkah? Bukannya waktu itu kamu seorang penulis naskahnya? Kenapa sekarang kamu sendiri yang memerankannya? Aku bingung, sekaligus tidak mengerti. Dulu bukannya kamu memintaku menjadi atrisnya ya? Kenapa sekarang kamu malah seakan membiarkanku duduk diam melihat pertunjukan drama yang kau mainkan sendiri? Sepertinya, kemampuan aktingku kurang mumpuni ya. Tapi untuk dramamu ini sungguh menakjubkan :)"

MEMO 6
"Dulu, aku tidak perlu orang lain untuk tahu seberapa manisnya kamu. Aku tidak perlu orang lain untuk tahu seperti apa kamu. Aku tidak perlu mereka karena aku tahu kamu memang seorang lelaki yang baik :) benar kan? Kini, aku tidak perlu orang lain untuk tahu seberapa pahitnya kamu. Aku tidak perlu mereka untuk tahu seperti bagamana dirimu. Aku tidak perlu mereka karena aku tahu kamu memang seorang lelaki yang terlau baik untuk menyakiti hati seorang aku, aku juga memang seorang wanita yang terlalu baik untuk sekedar menemanimu :) benar kan?"

MEMO 7
"Aku bisa terima meski harus terluka. Karena ku terlalu mengenal hatimu. Aku telah merasa dari awal pertama, kau takkan bisa lama berpaling darinya :) Ternyata hatiku benar cintamu hanyalah sekedar tuk sementara. Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti. Manamungkin terus jalani cinta begini. Karena cinta tak akan ingkari, tak kan terbagi. kembalilah pada dirinya biarku yang mengalah, AKU TERIMA :) Ku tak bisa terima bila terus tak setia mengkhianati dia menduakan cinta..."


Kamu bisa menyimpulkan sendiri?
Kalau tidak bisa,  aku akan menceritakannya
Setelah rasa penasaranmu tumbuh lebat :)

Thanks Jogja :*


Sudah lama kiranya aku tidak melongok sebentar ke blogku ini, hehe.. Apa kabar viewers? Followers? Dan ehm... batman? Oh oke sepertinya tidak perlu berbanyak banyak basa-basi. Hahaha.. Terhitung sejak tanggal 23 Januari 2013 aku tidak menulis apa-apa di dalam sini. Kangen? Sudah otomatis. Dan sekaraaannnggg... I COME BAAACCCKKK :DDD hehehe

Kenapa tak muncul? Aku liburan selama beberapa hari di Jogja. Sebenarnya menggantikan masa-masa liburan semesterku yang kemarin terkikis oleh pelbagai hal, wkwkwk. Well, di sini sebenarnya bukan liburan kalau menurutku. Tapi lebih ke ajang menenangkan diri dan cuci otak. Bak mesin cuci yang berputar-putar tuk mencuci baju, tapi beda lagi yang ini. Cuci otak. Haha

Melepas penat di sana itu lebih lebih lebih dan jauuuhhh lebih menenangkan dan dijamin cepat hilang. Apalagi segala pikiran tentang dirimu. Sepertinya tak mampir sedikit pun saat aku di sana. Hebat kan? Biasa saja sih sebenarnya. Hehe

Well, Indonesia punya banyak candi, dan aku mengunjungi salah satu darinya dan ini menjadikan ajang jalan-jalan ku yang pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.













 Setelah puassss mengelilingi candi megah ini... beralih ke Malioboro dan hasilnyaaa..












Finally, I got this at all :3

Dan tujuan utama, jelas ke rumah nenek tercinta. Dan di sini jugaaa, it was very comfortable place. Ngga ada yang seperti ini di rumah...




Gentong untuk tempat mengambil air wudlu, sumur sebagai sumber air, dan yang paling unyu adalah TUNGKU!!! Dengan bahan bakar kayu bakar, tentuny sangat jarang sekali ditemukan di perkotaan. Dan di situlah tempatku bernaung setelah subuh..





Some photos of my lil sista, and *ehm cow :D haha.. Dan di sana itu memang setiap rumah punya sapi pribadi masing-masing. Punya pekarangan yang luas sehingga bisa di tanami jagung sedemikian rupa.

UNYU??? PASTI :)

Terimakasih Jogja sudah buatku
lupa sejenak tentang dia :)

Tuesday, January 22, 2013

My Weakness


Do you ever feel the same? If you do, so we're same :)

Ada Udang di Balik Batman

Minggu kemarin. Suram. Kelabu. Mendung. Apalagi ya? Dan lain-lain deh. Tidak banyak aktifitas yang aku lakukan. Ya pling-paling hanya latihan menari pagi hari, dan siang sudah kembali ke kandang. Tak ada yang berarti. Apalagi, ditambah otakku yang masih segan untuk memikirkan satu nama yaitu kamu. Kenapa kamu? Haruskah kamu kamu kamu dan kamuuu? Haruskah keadaan anehmu ini selalu menyesakkan ruang pikirku?

Aku senang kamu pulang hari ini. Doaku mengalir deras untukmu tentunya semoga selamat sampai ke kota ini dengan utuh. Sedikt-sedikit aku menanyaimu, sampai mana. Tapi tak sedikit juga pesan singkatku tidak kamu balas. Tumben? Nah itu yang jadi pertanyaan.

* SMS *
Aku : Jadi barengan sama mbak Riri?
Kamu : Iya nih satu tempat duduk sama dia n temenku..

Nah!!! Apa?
Cetar membahana sekali. Sudah ketara aku tertawa lepas namun sangat tidak ikhlas. Aku bingung. Sebenarnya mereka itu bagaimana. Batman, dan dia. Berpisah bukan? Atau tidak? Atau kembali? Atau apa yang lainnya? Bertanya saja sudah susah, apalagi menjawab. Bahkan yang ini lebih rumit dari ratusan rumus-rumus fisika yang di ajarkan Pak guru awang-awangku di sekolah.

Selanjutnya, aku tak memikirkan lebih lanjut. Aku biarkan hingga dia sampai dengan selamat di sini. Dan aku bersyukur sekali saat ia mengatakan jika ia sudah tiba dan kembali di kota ini. Ya bahagiaku selain karena keselamatannya, aku senang karena kemungkinan ia akan bertandang ke rumahku itu ada. Berharap ya? Pasti. Berharap kalau tiba-tiba ada sms darinya yang mengatakan "Aku di depan". Dan aku tidak bisa munafik kalau sms itu membuat banyak kembang api ukuran jumbo diledakkan bersama-sama di hatiku. Jujur aku rindu saat-saat seperti itu. Sayangnya mesin waktu hanya ada di dunia komik Doraemon. Kalaupun di sini ada, aku akan mengembalikan saat-saat bersamamu yang menurutku wow. Tapi ya tidak mungkin.

Dan tibalah malam Senin ini asli aku merasa menjadi orang bodoh yang duduk di samping cendela kamarku, dan sesekali membuka gorden kamarku untuk memastikan ada seseorang yang berhenti di depan rumah atau tidak. Aku menunggu. Satu jam. Dua jam. Dan itu asli tidak terasa. Dan jam menunjukkan pukul 8 lebih entah berapa menit. Hingga asli aku takut melihat jam yang berputar, kenapa? Semakin berputar, semakin kecillah kemungkinan yang akan membawa kamu ke rumahku. Bukan begitu? Tapi ya memang tidak. Kamu tidak mendatangi rumahku. Tidak.

Aku kangen saat kamu ke rumahku. Saat kamu membertahuku kamu ada di depan rumahku. Kangen saat kamu datang tiba-tiba. Kangen saat kamu memberiku kejutan-kejutan kecil. Kangen mendengarkan segala macam bentuk dan rupa ceritamu. Kangen melihat senyum khasmu, gingsul dan lesung pipimu. Kangen apa lagi ya? Banyak sekali kangen-kangen yang lainnya yang jelas menyesakkan relung batinku yang tak bisa juga ku definisikan bagaimananya.

Akhirnya aku merasa harus meneleponnya, harus!!!

Aku : Halo assalamualaikum
kamu : Waalaikumsalam
Aku : Lagi di mana?
kamu : lagi di rumah
Aku : Oh
kamu : eh tunggu bentar ya aku mau keluar, ntar aja telponnya


SEE!!! Apa-apaan ini? Haruskaaah? Sungguh emosiku naik. Rasanya ubun-ubunku memanas. Ada apa sih sebenarnya? Kamu sendiri belum menceritakan apa-apa padaku kan? Lalu bisakah kamu menjelaskan ini secepatnya?

Malam itu aku kalut. Galau ku sudah mencapai puncaknya. Kamu yang tidak pernah berbohong padaku, kamu yang tidak pernah sekalipun tertutup padaku, kamu yang selalu blak-blakan menceritakan segala sesuatunya tentang dirimu, dan apapun yang lainnya, mengapa sekarang berubah? Kenapa harus membohongi seorang aku? Punya salahkah aku padamu?

Malam itu aku juga larut dalam heningnya malam, pekatnya awan mendung, dan tiadanya bintang-bintang. Seakan antara hati dan otakku porak-poranda. Jika ditanya aku kecewa, itu sudah pasti. Ya sakit ya kecewa ya gundah ya gulana. Apapun itu. Tapi aku mencoba tenang. Tenang dalam kekalutanku sendiri. Tenang dalam ketidak normalan sementara ini.

Sedikit lebih malam, aku kembali mengiriminya SMS. Entah kenapa feelingku yang berkata kalau kamu sedang jalan dengan mbak Riri itu, kuat. (Baca: Sangat kuat)

*SMS*
Aku : Lagi keluar sama mbak Riri ya?
Kamu : Iya dek. mau keluar sm aku?
Aku : dek? :o
Kamu : Aku Riri dek, kenapa dek?
Aku : Oh gpp mbak :D hehe lanjutin aja, have fun ya ^_^
Kamu : Kenapa dek? Mau ikut maen kah?
Aku : Engga mbak, cuman nanya aja tadi :)
Kamu : Ohh

Apa ini? APAAA?
Bukan kamu yang membalas, sekali lagi bukan kamu. Entah kenapa ini bisa terjadi. Bukan kamu tapi dia. Kok bisa sih? Gimana bisa sih? Ya pasti bisalah, sudah jelas dan terpampang nyata di depan mata kan kamu sedang menikmati udara malam bersamanya. Tahukah kamu bagaimana aku yang sangat ingin melihat kehadiranmu di sini? Tahu? Dan sepertinya tidak. Kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, itu beda tipis.

Aku tidak bisa munafik jika aku sakit. Badanku pun terkena imbasnya. Lemas seketika. Seakan aku dipaksa kerja Rodi tapi tidak. Dan kalaupun boleh memilih, aku lebih baik tahu yang sejujurnya daripada kebualannya. Tak peduli semenyakitkan apa jujur itu namun jika itu JUJUR aku sampai sekarang pasti baik-baik saja. Dan jika senjata jujur itu kamu pakai, itu justru membuatku tau dan lebih lega daripada harus kamu sayat-sayat dulu kemudian diberi jeruk nipis. Tahu?

Aku emosi PASTI. Aku merasa dibohongi PASTI. Aku kecewa juga sudah sangat jelas aku kecewa namun masih dalam batas normal. Aku masih yakin semuanya membaik. Entah bagaimana caranya, masing-masing darimu atau aku, akan menemui titik terangnya sendiri.

Dalam sujudku aku bercerita. Bercerita mengutarakan apa yang bersarang dalam hatiku. Berdoa agar segalanya memang baik-baik saja dan berujung baik-baik saja. Aku ingin yang terbaik untukku, dan yang terbaik juga untuknya. Meminta melapangkan sabarku dan ladang keikhlasanku. Aku tak peduli di depanNya aku terlihat rapuh, cengeng, atau bagaimana. Yang penting aku lega dan benar-benar ingin tenang.

Allah tidak tidur
Allah adil
Allah selalu mendengar
Allah selalu melihat
Allah selalu memberi yang terbaik
:)

Tahu kan aku sayang kamu?
Tahu kan aku merindukanmu?
Tahu kan aku biasa menunggumu?
Harus kah semua berbalik sedemikian ini? :)

Sunday, January 20, 2013

Aku Cuma Ingin Dengar Suaramu (End)



                Setelah puas menumpahkan segala beban, aku merasakan sensasi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku bisa tertawa lebih lepas. Jiwa dan batinku serasa lebih tenang daripada tadi. Jantungku juga mulai berdetak normal. Aku menikmati perjalanan pulang ke rumahku sore ini. Udara yang ku hirup seakan lebih ringan dan lebih lembut saat menubruk bulu-bulu hidungku. Semua seolah sirna dan aku rasanya sudah siap diri untuk lebih menguatkan hati dan pikiranku. Banyak kegundahan yang sirna berkat mereka, teman-temanku ada di sampingku.




                Batman. Aku ingat sosok itu lagi. Seharian ini aku memutuskan tidak menghubunginya terlebih dahulu karena ku rasa itu tidak perlu. Masih sedikit ada ganjalan jika aku tetap memaksakan menghubunginya namun tetap tidak ada jawaban. Percuma.
                Sampailah aku di rumah, dan ku hempaskan diriku ke sofa di ruang keluarga. Lelah sekali rasanya. Dan ku buka ponselku, mengecek siapa tahu dia menghubungiku. Dan terlintas di pikiranku, sepertinya ini waktu yang tepat untuk ku menghubunginya. Jam menunjukkan jam 03:00 sore dan ku putuskan untuk meneleponnya. Nada sambung memang terdengar, lamaaa sekali hingga pada akhirnya tak seorangpun yang menjawab panggilan teleponku. Baiklah, mungkin sedang tidur atau masih dalam perjalanan pulang dari kantor. Yasudah, tak ku paksakan.
                Pas waktu maghrib, aku berpikir, sholat dulu saja baru akan ku coba menghubungi lagi siapa tahu memang ada jawaban. Ya, aku menunaikan ibadah sholat maghrib. Dalam sepi ku lantunkan doaku untuknya, meminta segala sesuatu yang terbaik untuknya dan segala sesuatu yang terbaik untukku. Menitipkan salam lewat Tuhan untuknya, meminta pertolongan untuk sampaikan bahwa aku sangat merindukannya, sangat amat. Dan hatiku, lagi-lagi jauh lebih teduh.
                Ku raih ponselku, dan bismillahirrohmanirrohim, aku meneleponnya. Yang awalnya aku duduk di ruang keluarga, aku berpindah menuju ke ruang tamu mencari suasana yang lebih tenang. Lama sekali nada sambung terdengar dan aku mulai kehilangan harapan kalau saja teleponku ini tak ada yang menjawab. Detik detik terakhir penghabisan nada sambung, seseorang di sana menjawab pangilanku.
                “Halo assalamualaikum.”
                Aku terdiam, memastikan itu suaranya.
                “Iya waalaikumsalam.”
                Aku dan dia kali ini sama-sama berhenti bicara sejenak.
                “Sorry ya, sorry sorry sorry maaf bangeeet, maaf banget kemarin ga bisa bales sms kamu sekaligus ga bisa jawab telpon kamu. Maaf banget yaa..”
                Aku tercengang. Bagaimana tidak? Tiba-tiba disodori seribu maaf seperti itu.
                “Iya iya, gapapa. Emang kamu kemana?”
                “Aku di Solo sekarang.”
                “Hah?”
                Solo? Tenggorokanku rasanya tercekat. Bingung ingin berkata apa. Solo lagi.
                “Panjang ceritanya. Nanti deh kalo aku pulang aku bakal ceritain ke kamu. Besok pagi aku pulang kok.”
                “Ya tapi kenapa nggak bilang dulu sih.. ya nggak harus bilang juga sih sebenernya.”
                “Aku niatnya bikin kejutan, sama mau kasih sesuatu sama dia.”
                “Mbak itu?”
                “Ya mau siapa lagi.”
                Aku terdiam.
                “Aku juga pengen liat, ada perubahan nggak sama dia.”
                Dan asli saat ini aku reflek langsung menutup mulutku dengan telapak tangan kiriku. Takut kalau tiba-tiba aku menangis lagi. Tapi tidak, aku tidak menangis. Aku sadar siapa lawan bicaraku. Dia adalah seseorang yang tak ingin melihatku menangis.
                Jadi yang ia katakan saat ada di rumah temannya itu? Bohong? Dia butuh uang untuk kebutuhan mendadak waktu itu? Apa untuk ini? Jadi apa dia memang menutupi semuanya?
                “Halo Linda?”
                “Hah iya?” aku tersentak dalam lamunanku sendiri.
                “Kamu kenapa?”
                “Oh engga aku gapapa.”
                “Besok pagi aku udah pulang kok.”
                “Udah beli tiket?”
                “Udah, aku udah booking tiket dari hari selasa kemarin.”
                “Oalah udah lama ternyata ya.”
                “Ntar juga pulangnya barengan sama dia.”
                “Hah? Maksudnya? Dia juga ikut pulang gitu?”
                “Iya, cuman dia nanti mampir dulu ke Klaten, ke rumah neneknya.”
                “Oh gitu..”
                “Kemungkinan juga satu kereta. Tapi beda tempat duduk.”
                Hah? Oke. Dia sukses membuatku terhenyak sekali lagi. Tapi ini kenyataan, bukan mimpi. Kalaupun mimpi jelas aku sebut ini mimpi buruk.
***
                Dan entah kenapa tak terbesit sedikit rasa marahpun. Yang ada rasa kangenku yang semakin membuncah dibuatnya. Aku lega karena untuk sepersekian menit aku bisa bercakap denganmu, mendengarkan sedikit ceritamu. Tidak ada emosi sedikitpun. Untuk kenapa dan mengapanya aku sendiri juga tidak tahu. Ku biarkan dia beristirahat menenangkan kepalanya yang pening. Tetap mengalir perhatian dari bibir dan hatiku agar ia menjaga kesehatannya. Berpesan agar hati-hati besok saat pulang.
                Banyak yang ku simpulkan. Kebutuhan mendadak itu, saat di rumah teman, dan apalah yang lainnya seakan berfungsi sebagai kain hitam agar tak terlihat dari luar. Tapi kenapa harus tidak mengatakan yang sebenarnya? Aku sedikit merasa dibully, tapi sedikit, tidak banyak. Dan syukurlah dia sudah mengabariku tentang keberadaan dan keadaannya.
                “Kalau kamu masih ingin lihat dia berubah, apa itu artinya kamu juga masih ingin kembali ke pelukan dia?” pertanyaan yang belum bisa terbaca jawabnya. 

Saturday, January 19, 2013

Aku Cuma Ingin Dengar Suaramu (Part I)

                Aku lebih suka diam pagi ini. Tak berbicara banyak dan lebih memilih untuk membaca novel dalam mobil. Ayahku tak berkomentar apapun selagi ia menyetir dan tahu si putri sulungnya ini tiba-tiba diam mendadak. Tak banyak percakapan yang ku buat dengan ayah pagi ini. Sepertinya ayahku juga sudah mengerti aku kenapa dan mengapa.
                Sesampainya di kelas, tetap sama dan tetap diam. Awal pagi ini aku tak mengeluarkan suara apa-apa kecuali berbicara seperlunya. Rasanya sisa kepingan hatiku yang semalam masih belum selesai ku rangkai dan sekarang aku harus menerima menjalani hariku dengan batin yang masih luka.
                Dan kebetulan hari ini adalah hari dimana aku harus menjalankan kewajibanku sebagai warga kelas untuk piket. Aku tak ingin menyapu atau membersihkan cendela. Aku lebih memilih untuk membersihkan whiteboard yang ada di kelasku saja. Ku pikir aku masih kuat jika hanya untuk itu.
                Ditengah tangan dan lenganku bekerja sama membersihkan reaksi-reaksi kimia yang tertulis di sana, aku berhenti sejenak. Ku menarik nafas berat. Rasanya seakan ada batu besar yang menindihi paru-paruku dan itu menyakitkan.
                Ku pejamkan mataku. “Aku kuat, harus kuat.” Kataku menyemangati diriku sendiri. Air mata sudah menunggu di pelupuk untuk segera meluncur tapi aku tahan dan tak ingin ku lepaskan terlebih dulu. Aku ingin mencoba menyemangati diriku sendiri kalau aku baik-baik saja.
                “Lin, kenapa?” tanya temanku, Lia.
                Sambil berlalu menuju ke mejaku, aku tersenyum membalas rasa simpatinya. “Aku gapapa.”
                Tapi aku sungguh tak yakin mengatakan itu. Rasanya hembusan nafasku semakin sakit saat mengatakan dan berpura-pura menguatkan aku baik-baik saja.
                Ku putuskan untuk duduk saja di kursiku, melipat tanganku, dan membenamkan muka kusutku. Mencoba menenangkan diri sampai Novi , teman sebangkuku datang. Aku berdeham berkali-kali dan berkata pelan tapi pasti jika aku kuat, aku tak kalah dengan keadaan dan apalah kata-kata penyemangat lainnya. Tapi semuanya kalah. Dan aku tetap saja masih belum bisa menguatkan diri, sial.
                Tibalah Novita, Nupi, atau siapapun panggilannya. Ia muncul dengan wajah bersinar. Ya seperti biasa. Selalu begitu setiap pagi.
                “Nup...”
                “Naaahhh..” sapanya padaku.
                Aku terdiam. Ku genggam jemari tangan kirinya.
                “Hei lo kenapa?”
                Aku masih terdiam, menunduk.
                “Lin?” kemudian tangan kanannya mengangkat daguku.
                Mataku sudah memerah namun tak kunjung mengeluarkan semburan air mata.
                “Linda elo kenapaaa?” nah inilah. Nupi panik dan langsung memelukku.
                Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku menangis dalam pelukannya sekuat mungkin, sekeras mungkin. Tak peduli hiruk pikuk berbagai aktifitas di kelasku.
                “Sabar sabar sabaaar.. nangis deh sepuas lo. Nangis aja yang kenceng.” Kata Nupi.
                Dan kini, tangisku mulai reda dan aku sibuk mencari tissue sebagai tempat penampungan sisa-sisa ingus dan air mata.
                “Udah, tenang?”
                Aku mengangguk.
                “Cerita ya pelan-pelan.”
                Ku menarik nafas panjang, menegaskan aku sedikit lebih baik daripada tadi. Masih menggenggam tangan Nupi, aku mulai membuka cerita.
                “Batman, Pii...”
                “Uhum..”
                “Lo tau kan dari hari Kamis malem 2 sms gue udah pada ngga di gubris sama dia. Dan hari Jum’at pagi, nggak ada sms apa-apaan kan dari dia. Jam 10 pagi, coba deh tuh gue sms dia : Selamat jam 10, have a nice day. Nggak di bales sampe habis maghrib. Akhirnya gue sms lagi : Batman.. nggak ada balesan lagi. Gue telpon deh tuh. Nyambung. Nada sambung bunyi 3 kali, dia angkat. Halo, assalamualaikum, kata gue. Dia jawab, waalaikumsalam. Seneng dong gue. Eh tba-tiba dia bilang : Eh bentar ya aku lagi di rumah temenku nih. Gimana nggak shock sih gue? Akhirnya yaudah gue jawab : yaudah, makasih ya, waalaikumsalam. Gue tutup deh tuh telpon. Tuh orang kenapa sih Pi...” dan kembali menetes lagi air mataku, ya Tuhan.
                “Nah kan coba. Ada sesuatu nih.”
                “Pastilah.”
                “Sabar sabar. Lo kenal dia kan, nggak mungkin dia kaya begitu.”
                “Iya, dia bukan Elang yang ninggalin gue gitu aja.
                “Cup cup, sabar... Badan lo sampe panas nih. Sabar..”


Posting ke-100!!! Makasih Lho Yaa :*

YEAAAYY!!!
AKHIRNYA SAMPAILAH PADA POSTING KE-100 :DDD

Thanks to :

  • Viewers, followers dan stalkers lifeisunyu yang uda sempetin mampir, semoga kalian terinspirasi juga oleh sekian banyak celotehku yang aneh-aneh, semoga terhibur dan dapat menjadikan sesuatu yang menggugah minat untuk mengembangkan kreatifitas
  • Batman, yang sedikit banyak menjadi inspirasi sekian banyak celotehku, mungkin kalo nggak kenal atau bahkan nggak tau Batman, nggak akan tercipta blog yang sampai sedemikian ini.
  • Guru TIK, yang kasih tugas untuk bikin blog, dan akhirnya bisa juga mengembangkan bakat terpendam tulis menulisku, hehehe
Here, I've made :
  • 37 mini stories about Batman, thanks :)
  • 6 Serials
  • 13 short stories
  • 56 my own daily diaries
  • 11 poetries
I hope... :
  • lifeisunyu bisa menginspirasi pembaca
  • lifeisunyu bisa dijadikan alat pengembangan bakat tulis menulis
  • lifeisunyu bisa menghibur banyak pembaca :)
Without you, I'm nothing... :)

With love♥
Linda Rafeby

Friday, January 18, 2013

Kangen Kamu, Batman


Tidak ada semangat yang menyentuhku sedikitpun hari ini. Tak peduli cuaca bagus, terang benderang atau apapun. Otakku juga rasanya belum siap menerima segala mapel yang tersuguh nikmat pagi ini. Angin sepoy yang tenang belum bisa sedikitpun menenangkanku atau mengusir sedikit ingatanku tentang kamu.

Tak lupa aku mengecek ponselku kalau-kalau pagi ini kamu menngirimkan sepucuk semangat yang kamu sematkan di sebuah sms dari nomor ponselmu. Tapi ya bagaimana lagi jika kenyataannya memang begini. Tidak ada. Kotak masuk kosong. Dan itu artinya? Nihil. Tidak ada pesan satupun darimu.

Hingga sampai seperempat pagi menjelang siang, tepat jam 10 pagi aku memutuskan untuk mengirimkannya dulu sebuah sms yang menurutku tidak penting tapi ya siapa tahu saja hoki menghampiri dan kamu membalas smsku. “Selamat jam 10 pagi,, have a nice day ^_^” seperti itu. tapi setelah sekian lama menunggu, dan entah sudah berapa puluh kali aku mengecek, sama sekali tak ada jawaban. Nihil. Nol. Kosong. Tuhan... sabarkan aku.

Aku terus berfikir positif dan selalu mengatakan pada diri dan benakku kalau kamu sedang sibuk. Ya, kamu sedang sibuk. Entah hal apapun yang membuatmu sibuk, aku tetap berpikiran kalau kamu sibuk. Mungkin kalau kamu bisa melupakan aku di sela kesibukanmu, aku tidak bisa. Di sela sibukku aku selalu ingat kamu walaupun itu sedikit dan tak sampai sepersen. Namamu selalu hanyut dalam lantunan kalimat doaku. Dan segala tentangmu selalu melekat jelas di setiap derai sujudku.

Dan tibalah jam 02:55 hari ini, sebuah sms darimu datang dan kamu tahu? Aku senang teramat sangat. Ku buka dengan hati berbunga, “Lg ngapain ngie?”. Bola mataku terhenti. “Ngie”? Siapa? Itu yang terlontar pertama dalam hatiku. Siapa? Atau mungkin typo? Atau bagaimana? Entahlah. Yang jelas aku mendapat sepucuk kabar yang walau tak penting bisa sangat melegakan aku.

Ku balas, namun kemudian nihil balasan. Ku tunggu hingga seusai waktu magrib, tetap nihil. Akhirnya ku putuskan lagi untuk mengirimimu sms, dan jika memang ini tak terbalas olehmu, aku harus menghubungimu, harus dan harus. “Batman..”. Ya aku tetap menyamar, padahal yang ku ketikkan di sms itu adalah namanya, hehe. 30 menit berlalu. Nihil. Tidak ada balasan. Ya Tuhan... benar-benar aku harus menghubunginya.

Nada sambung terdengar di telinga kananku. 3 kali “tuuuut..” seseorang di seberang sana menjawab. “Hallo assalamu’alaikum.” Sapaku. “Waalaikumsalam.” Jawabnya. Sedikit lega karena ada sesuatu yang terjawab walau hanya teleponku. Tapi sekitar 15 detik kemudian, “Eh bentar ya aku masih di rumah temenku.” Bilangnya. Dan jelas ini membuatku terdiam. Tenggorokanku tercekat. Sakit. Jantungku berdegup cepat seakan mencambuki luka baru ini. Sebeginikah? Ya Tuhan, apa salah aku merindukannya?

“Yasudah, nanti aja. Makasih ya. Assalamu’alaikum.” Jawabku kemudian dan ponselku ku tutup kasar. Emosiku sudah di ubun-ubun. Kepalaku rasanya panas. Hatiku entah hancur tak terlihat kemana saja arah loncat bagian-baigannya. Otakku tak mampu bekerja dengan baik sehingga perlu penenangan. Terus beristighfar namun tak juga tenang. Astaghfirullah...

Aku diam. Dan terus diam. Menelusuri kembali rasa nyeri yang tiba-tiba datang ini. Ada apa sebenarnya? Apa kamu ingin menjailiku agar aku marah? Apa kamu memang tak punya banyak waktu untukku? Aku memang terbiasa menunggumu, aku memang terbiasa menjalani hari-hariku tanpa semangat darimu, tapi ingatlah jika aku ini seseorang yang benar-benar mengenalmu dan jelas saja aku merasa yang ini bukanlah kamu; tidak seperti kamu. Apa mungkin kamu ingin memberiku kejutan dengan tiba-tiba membuatku marah dulu lalu datang ke rumahku? Atau yang lainnya? Jujur aku dibuat bingung maksud dari semua ini.

Mencoba lebih tenang, tenang dan tenang. Mencoba tak grusa-grusu dan tetap kalem. Tapi setenang-tenangnya aku malam ini tetap saja jantungku tak bisa berhenti berdegup kencang. Sangat kencang. Rasanya ini belum selesai dan belum terselesaikan. Mencoba menangis sekencang mungkin, tapi sia-sia. Tak ada satupun air mata yang mengalir.

Aku kembali mengirimimu sebuah sms. “Kira-kira kamu pulang dr rumah temen kamu jam berapa?”. Sukses terkirim dan sukses juga tak ada jawaban. Ku hubungi lagi. 1 kali, 2 kali, hingga 3 kali menelpon, sama sekali tak ada jawaban. Kemana kamu? Sedang apa? Temanmu siapa? Aku kepo. Sangat amat. Tapi tak ku hiraukan, yang terpenting sekarang aku ingin dengar suaramu, itu saja cukup.

Dan aku menyerah. Sepertinya memang sedang tak ingin menerima segala sesuatu dariku, entah itu sms atau telepon. “Jujur aku kangen. Udah lama sih tapi kayanya kamu sibuk terus. Hehehe. Aku cuman pengen denger suara kamu, itu aja kok, tapi ya kayanya emang sibuk terus dari seminggu yang lalu, hehehe. Yasudah kapan-kapan aja deh ya J”. Awalnya kata-kata seperti inilah yang ingin ku kirimkan kepadanya. Namun sebelum aku memencet tombol send di ponselku, ada sebuah sms masuk yang mendahului. Dan rencana mengirimkan sms ini, batal.

Dari Batman. “Maaf aku lagi di pasar malem nih, bising banget di sini..” seperti ini isinya. Dan secara tidak langsung, sms yang ini memupuskan harapanku yang kalau-kalau saja suara dari puluhan motor yang lewat di depan rumahku itu salah satunya kamu. Dan ternyata? Sudah tidak mungkin. Ya mungkin sepertinya memang aku yang terlalu bodoh mengharapkan sesuatu yang mungkin namun tidak akan terjadi. Begitu?

“Yasudah maaf ganggu ya. Aku cuman pengen denger suara kamu aja, tp yaudalah, nanti2 aja J have fun” pasti kamu tahu ada nada-nada ketidakikhlasan. Aku yakin itu. Dan lagi-lagi, nihil balasan. Benar-benar kosong , sepi dan tidak ada apa-apa. Haruskah terus menerus seperti ini? Pahit.

Jujur sempat terfikir aku takut cerita masalaluku terjadi lagi. Seseorang meninggalkanku tanpa pesan sedikitpun, tanpa permisi dan langsung pergi. Aku takut ini terjadi lagi dan kamu yang meninggalkanku. Tapi tidak. Aku mengenalmu dan kamu tidak akan seperti itu. Bukan masalah aku terlalu percaya atau bagaimana, tapi memang aku tahu kamu ya memang bukan seseorang tipikal seperti itu.


Aku merindukanmu di sini
Entah kamu rindu juga atau tidak, aku tak peduli
Muncul sebentar saja mau?
Tidak butuh banyak basa-basi kok untuk sembuhkan kangenku :D hehe

Thursday, January 17, 2013

Yang Jelas, Aku Merindukanmu


Aku suka suasana pagi ini. Cerah. Dan tampaknya langit, matahari dan segala sesuatu di angkasa sangat sinkron dan kompak tuk melakukan ajang tersenyum bersama. Sedikitpun tak terlihat awan yang menggelayut manja di antara mereka. Hmmh, andaikan suasana jiwa dan ragaku sama persis seperti suasana pagi ini. Tapi ya memang tidak sama. Sangat tidak sama tanpa kehadiranmu, pikirku.

Pagi ini ragaku seakan terbang melayang entah melang-lang buana di lembah bumi sebelah mana. Bukan karena jatuh cinta, sedang bahagia atau hal-hal menyenangkan lainnya. Tapi raga yang menjadi tempat bersemayam nyawaku ini seakan mendukung suasana hati dimana perasaanku bersemayam. Rapuh, pegal, sakit dan apalah yang lainnya. Singkatnya, raga dan jiwaku sangat tolak menolak pagi ini. Rontok rasanya.

Seperti biasa, ku kayuh sepedaku menuju ke halte pinggir jalan raya. Ku nikmati triliunan oksigen yang masuk menembus bulu-bulu hidungku. Ku nikmati juga berjuta angin sepoy yang menabrakku pagi ini. Alhamdulillah.. Tuhan masih memberiku kesempatan menikmati udaraNya pagi ini.

Sampailah telapak kakiku menapak di halte di samping pertigaan ini. Belum ada bus yang lewat. Tergeraklah tanganku untuk mengecek ponselku. Siapa tahu ada kamu yang memberiku sedikit semangat pagi ini. Dan ternyata, nihil. Ku tarik nafas dalam, dan yasudah mungkin nanti, besok atau kapan.

Tidak ada yang berarti di sekolah. Asam basa dalam kimia, lari estafet dalam olahraga, jam kosong dalam bahasa inggris, diskusi dalam bahasa Indonesia, dan cukup. Hanya itu saja. Dan Tuhan melegakan hatiku seusai keringatku bercucuran dalam pelajaran olah raga. Kamu, mengirim sebuah sms untukku. “Semangat pagi,, ^_^” kata-kata langganan penyemangat darimu. Selalu begitu tak pernah berubah dan aku suka. Dan gurun rindu yang memuncak pucuknya longsor, sedikit namun tetap saja itu namanya longsor.

Dan aku merasakan lelah yang teramat sangat. Tentu saja keadaan seperti ini menjadi pembangun gurun rinduku padamu. Sesak. Ya sakit memang, tapi bukan aku namanya kalau tak pandai menahan. Bukan aku namanya jika tiba-tiba tak tahu diri mengatakan “aku kangen kamu”. Aku menahan, sampai nanti kamu yang memulai berkata. Aku diam menunggu kamu yang memulai pertemuan.

Padahal suasana sudah mendukung. Malam ini tidak hujan seperti malam kemarin. Hujan enggan datang malam ini. Tapi kenapa sosokmu juga enggan datang? Kenapa sosokmu seakan mendukung hujan atau bahkan menemani hujan yang tak datang malam ini? Tidakkah Tuhan menyampaikan salamku untukmu? Tidakkah kau mendengar sesuatu dari Tuhan yang mengatakan aku merindukanmu? Tidak?

Oh mungkin memang tidak. Dan entah rasa rindu ini akan sampai kapan betah bersarang di hatiku. Walaupun malam ini aku sudah memakai pijama kesayanganku, tapi tetap tidak ada yang datang malam ini. Deru motor yang terdengar melintas di depan rumahku, aku hanya berharap itu motormu. Tapi salah satu dari suara-suara itu tak ada yang mengindikasikan jika itu kamu. Hingga sampai ku dengar suara gembok terkunci tanda sudah benar-benar tak ada yang datang. Dan itu berarti, kamu tidak datang. Kamu tidak datang, dan sekali lagi kamu tidak datang.

Bukan hari ini, pikirku. Sabar saja. Ku kirimkan sebuah sms untukmu. “Lg sibuk?” dan belum ada jawaban sejauh 33 menit ini. Apakah kau sedang menyusuri jalan menuju rumahku? Haha mungkin hanya hiburku saja karena kau tak datang. Akankah datang pada pukul 9 tepat seperti kapan hari itu? Tidak ada yang bisa menjawab kecuali Tuhan.

Selamat malam untuk kamu yang kurindukan
Senyum ya, seperti bintang itu yang tersenyum buatmu :)♥

Monday, January 14, 2013

I do love you :)


                “Pi, gue kangen dia.”
                “Kangen? Bukannya kemarin dia uda ngeband bareng lo?”
                “Iya gue tau. Tapi bukan itu.”
                “Trus?”
                “Apa ya? Ga tau deh ah gue sendiri bingung jelasinnya gimana.”
                “Lo masih kepikiran hari sabtu kemarin?”
                “Yagitudeh. Gue butuh semangat Pi, lebih-lebih dari dia. Lo tau kan dia sibuk terus.”
                “Udahlah sabar dulu. Nanti ada saatnya sendiri.”
                Suasana gaduh pagi itu lenyap dengan datangnya Pak Untung. Tapi tidak untuk hatiku. Masih sama berteriak aku merindukanmu.
***
                Entah sudah berapa ratus kali aku membuka flip ponselku hari ini. Berharap ada sebuah pesan darimu, tapi kenyataannya nihil. Ya mungkin kau masih sibuk. Lagipula walaupun aku yang berkali-kali mengiriminya sebuah pesan, ya apa mungkin dibalas?
                Terik sekali cuaca siang ini hingga rasanya membuat kepalaku pening. Pening karena cuaca, dan entah kenapa pikiran tentangmu juga seakan mendukung suasana sepanas ini. Oh tidak, ditambah lagi ruangan ini pengap. Pendingin ruangan yang sudah bekerja mati-matian sepertinya tak berguna.
                “Tumben sih panas banget nih lab.” Gerutu Nupi.
                “Hahaha, sekali-sekali sauna Pi.” Jawabku tanpa melihat ke arahnya.
                “Serius amat lu Ki.”
                “Haha biasa aja kok Pi.”
                “Ferdi sering stalking blog lo?”
                “Meneketehe. Iya kali.”
                “Kalo engga kebangetan menurut gue.”
                “Hah? Kebangetan gimana maksud lo?”
                “Tauk. Wkwkwk”
                Dan selain Nupi dan sahabatku yang lain, memang benarlah blog ini yang jadi saksi bisu cerita sedih senang suka dukaku bersama Ferdi. Pacarku? Oh syukurlah masih bukan. Aku dan dia dekat, sangat dekat menurutku hingga hubunganku dengannya bisa disebut “diantara atas dan bawah”. Dibilang teman sudah lebih, tapi pacar bukan.
***
                “Bilang I love you itu sudah biasa. Bagaimana agar bisa menjadi luar biasa dengan penekanan yang kuat?” tanya Pak Wid saat menjelaskan kepadaku dan teman-teman.
                Semua hening, tak ada yang menjawab.
                “I do love you.” Singkat namun, wow.
                “Aku benar-benar mencintaimu.” Lanjutnya lagi.
                Dalam hati aku simpan baik-baik apa yang disampaikan guruku yang umurnya kalau tidak salah berkepala 4 ini. I do love you. I do love you.
                “Angki!!!” suaranya menyambar telingaku. Dan jelas sukses membuatku gelagapan.
                “Eh eh iya pak?”
                “Iya iya apa? Dari tadi ngelamun mulu!”
                “Engga pak siapa bilang.”
                “Saya yang bilang! Kenapa? Hah?”
                “Oh damai dong pak hehehe..”
                “Keluar!!!”
                “Yah yah pak...”
                “Keluar sekarang Angki!!!
                Dan oke, mungkin memang bukan hariku.
***
                Sore itu hujan mengguyur sekolahku dan daerah disekitarnya tanpa kenal ampun. Awan pekat yang bergelantungan di angkasa agaknya seperti kawat jemuran, dan hujannya itu yang di gantung layaknya jemuran.
                Dan demi apapun, tak peduli hujan badai amgin topan sampai tornado pun, latihan tetap terlaksana dengan sebaik –baiknya. Oh menari, kenapa kau tak membatku luwes sebentar saja tuk bergerak bersamaku?
“Lo baik-baik aja?”
“Emang ada sesuatu apa sama gue”
“Sakit?”
Aku menggeleng.
“Wajah lo pucet. Yakin, dia itu baik-baik saja.”
“Ya gue harap juga demikian.”


Sunday, January 13, 2013

The show must go on :)

Dear Allah...
Please, always bless my day...
Bless me to do something usefull to peoples arround me...
To people who love me, or hate me...
And absolutely, to all the people that I love them so much...

Just a little thing, but please Allah...
Please make it happen and real :)



Saturday, January 12, 2013

Untuk hari ini saja


Kalaulah hukum dunia kejam
Kalaulah hukum tak kenal siapa kamu dan dia
Pastilah aku yang berbual akan mati
Takkan hidup sampai nanti

Dan sekarang ku buka mulut
Tentang kerikil-kerikil yang terlempar di benakku
Nyeri namun tak ku rasakan perihnya
Sakit namun tak ku rasakan pedihnya

Bukannya kau tau tentangku?
Rasanya kau bisa merasakan bukan
Beban maklumku besar untukmu
Untuk hari yang ku diami ini khususnya

Sungguhlah aku membutuhkanmu
Hanya untuk menyengatkan semangat sedikit saja
Aku butuh
Dan aku haus

Awalnya kau tak nampak
Bahkan hampir tak terlihat
Aku mencoba biasa dan membiasakan
Urusanmu tak hanya aku

Hingga tetaplah sampai detik ini
Kau belum sadar
Kau tak merasakan aku sedikit bengis
Ya, beban maklumku besar

Sudah, nanti akan ku ceritakan
Setelah kau selesaikan semua
Pasti aku kan datang
Membawa tumpukan cerita


With Love ♥ 
Linda Rafeby

Thursday, January 10, 2013

Sengatan semangat sang kelelawar

langit petang masih enggan menyingkir
kabut tebal masih menggelayut manja dengan awan
matahari masih enggan tampakkan rupa
burung-burung juga masih memejamkan mata

subuh seperti sedia kala
hawa sejuk yang menyapa
sinar fajar yang menembus lembar kaca
dan tentu saja suara-suara burung bersahutan

entah dari mana datangnya hembusan angin ini
bertanya tentang sang kelelawar malam
akankah dia datang?
tidak, ini pagi dan dia tak mungkin kemari

kakiku menyusuri jalan sepi
tak ada bunyi tapal kuda yang menghiasi
hanya suara angin damai
menghiasi lembab dedaunan pagi

tahu siapa dia?
kelelawar itu datang, melihatku!
dia datang!
dan bola mataku tak salah menerka, itu memang dia

aliran darahku
otot dan syaraf
seakan tak menyatu dalam tubuhku
mrngapa semua serba lumpuh?

ribuat watt aliran listrik seakan mengalir
dan dari sayapnya ku bisa merasakan semua
terimakasih sudah datang
sungguh benar aliran listrik ini menyengat semangat

With love ♥ 
Linda Rafeby

Wednesday, January 9, 2013

SKUB (Surat Kecil Untuk Batman)

Dear Batman...

Kalau kamu tanya apa inginku, seingin-inginnya aku sudah terjawab dalam lirik lagu ini... :)

aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
sukmaku berteriak menegaskan ku cinta padamu
terimakasih pada maha cinta menyatukan kita

Belum lupa film Habibie dan Ainun yang kau lihat bersamaku kan?
Masih ingat juga soundtracknya?
Aku sudah download loh :D dan kamu perlu tau. Wkwk

Hei Batman tambun, mengertikah kamu apa maksudku?

aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu...
Itu artinya, aku sama sekali tidak ingin pergi dari kamu. Sepergi-perginya aku dari kamu, itu jelas aku masih menampakkan diri. Walaupun tak dihadapanmu, tapi akan kutampakkan di hatimu. Aku juga ingin menemani kamu terus semampuku. Entah saat itu kamu dengan siapapun, lihatlah aku tetap disini dan akan terus di sini :D hehehe

kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku..
Dan begitupun juga kamu. Dengan siapapun kamu, dimanapun kamu, sosokmu tetap ada dalam hati. Entah aku sendiri bingung kenapa sosokmu itu betah sekali mendiami hatiku wkwkwk. Lagi pula, kau sendiri pasti tau bagaimana aku. Aku belum mau mengganti sosok itu dengan siapapun. Belum bisa juga menggusur sosok yang mendiami ruang di hatiku. Tenang saja, walaupun ragamu itu tak berada di sampingku, aku tak pernah merasa sendirian. Aku tak punya kamu di dunia luarku, tapi di dalam hati ini, sosokmu untukku :)

sukmaku berteriak menegaskan ku cinta padamu...
Ya sebenarnya bukan cinta, tapi sayang sesayang-sayangnya. Sayang banget pake S, jadi sayang bangets. Itu yang kamu harus selalu tau dan selalu ingat. Hehe.. Aku nggak peduli ya orang bilang apa ke aku, aku ga ngitung seberapa lama rasa ini berkembang atau apalah yang lainnya. Trus juga, sama sekali nggak ada sesuatu yang aku tuntut ke kamu, nggak minta balasan apalagi imbalan, semuanya GRATIS kok buat kamu :) hehehe. Asalkan kamu seneng, dan aku lihat kamu seneng, cukup :)

terimakasih pada maha cinta menyatukan kita...
Bahagia sekali bisa mengenal seseorang sepertimu. Beruntungnya aku bisa mengenal seseorang sepertimu. Alasannya? Sederhana :) Kamu mengajariku banyak hal. Dewasa, sabar, dan bagaimana tak menjadi ababil wkwkwk. Bersyukur, sangat bersyukur. Sejak malam itu aku sudah bertanya, "Akankah kamu?". Dan memang, sekarang yang ada di hatiku ya kamu :)

Sudah ya cuap-cuapnya.. hehe
Bonne nuit Batman.. :)

With love 
Linda Rafeby

Tuesday, January 8, 2013

Bahagia itu sederhana

satu rasa yang tak rumit
satu rasa yang tak kenal datangnya waktu
satu rasa yang hanya hatiku dan mereka empunya
satu rasa yang kusebut bahagia

suara lantang yang tercipta
menembus anak hujan yang menerpa badan
jerit hati yang hampa
dan hanya telinga sendiri yang mampu tuk dengar

salam sapa darimu
lentik bulu mata hiasi matamu
untaian senyum lembut dari bibirmu
bukankah itu sudah mewakili semua?

bahagiaku itu sederhana
kau yang ciptakan
aku yang merasakan
bukankah seperti itu?

kali ini semua serasa tak pilu
sampailah rinduku pada bahagiaku
bahagiaku yang dulu
sebelum kau permisi pulang waktu itu

cukuplah aku hanya tuk temanimu
cukuplah aku hanya tuk jadi pengisi kekosonganmu
cukuplah aku, aku saja
yang tersenyum melihat tawamu

mengertikah kau arti bahagia?
butuhkah seorang aku tuk ukir bahagiamu?
jawabannya sederhana
pejamkan matamu, dan lihat aku

With love ♥
Linda Rafeby

Monday, January 7, 2013

Mencintai dalam diam

semuanya serba sederhana
datang tak mengetuk
masuk tak permisi
cahayakah itu? iya benar.
aku melihat seutas cahaya terang sekali
masuk melalui lembaran kaca
menyelip disela-sela ventilasi
dan diam
aku jatuh cinta
untuk yang pertama kalinya
bahagia ya ternyata?
dalam sekejap saja
dalam hitungan detik saja
sudah bisa melumpuhkan mata, hati dan fikiranku
hanya tertuju pada satu titik
dan itu kamu
tapi entah sesuatu menarikmu kembali
lenyap, hilang tak berbekas
kemana semuanya?
kenapa tiba-tiba menghilang?
aku benci hilang
aku benci lenyap
dan semua memang benar-benar sirna
lidah sudah kelu berkata kita
mata tak sanggup menatap cahaya
dan hati, hanya bisa punya cinta dalam diam
sah kah semua itu?
dan mungkinkah kembali?
aku menunggumu di sini
tempatmu masuk tanpa permisi cahayaku
aku disini

Untuk sahabatku Yulfa Hamidatul Masyitoh
Happy birthday buat tanggal 2 kemarin yaa.. 
Jangan galau-galau lagi
Cuman puisi nih, semoga nyambung ya :3 love ya♥

Sunday, January 6, 2013

Liburanku tamat

"too fast to pass. but it too sweet to remember"

Hahaha, ya mungkin kurang lebih seperti itu gambaran liburan semester kali ini. Tidak terasa, kurang dari 24 jam aku bakal ketemu lagi sama guru-guru, teman-teman, kelas, toilet, atau apapun yang ada di sekolahku. Hmm, aku merindukan kalian semua :*

Entah kenapa liburan ini tak banyak rasa bosan yang hinggap dalam diri dan benakku. Mungkin ini disebabkan karena aku memang menghabiskan liburanku dengan sesuatu yang sederhana namun tak pernah ku lakukan sebelumnya. Just something general, but I dunno I really enjoy it.

Berbeda dengan liburan-liburanku yang lain, aku hafal sekali apa saja yang sudah aku kerjakan di liburan ini.
  • 24-27 Desember 2012 : latihan keras menuju Panggung teater, fiuuuhh..
  • 28 Desember 2012 : This was the show time!!!

be a queen for a while :D
  • 29-31 Desember 2012 : menghabiskan malam-malam di Probolinggo. Dapat ilmu baru tentang "Time Laps", merasakan bagaimana liputan dan menjadi wartawan dalam sekejap, bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Timur, menikmati "Midnight of Probolinggo" hingga larut, hunting foto di Stasiun dan Pelabuhan. So happy, really happy.

menjadi wartawan itu keren!


LIKE this shoot :)


Pelabuhan in action


Stasiun in action
  • 1 Januari 2013 : Hanya di rumah, tak kemana-mana karena sudah terlalu lelah. Hehehe
  • 2 Januari 2013 : Hunting foto di Pabrik Karton Pasuruan, a.k.a bangunan tua. Kali ini, bersama Batman yang mengejutkanku dengan cerita perpisahannya.

wearing hijab by me, haha
  • 3 Januari 2013 : Hunting foto wif my best friend ever, Bangga Sena Putra dan mampir sebentar ke Pizza-Pizza hanya untuk mengabadikan dekorasi interiornya.

My best friend ever after, Bangga Sena Putra


Pink!!! So cute. Isn't it?


So comfort here, try it!!!

  • 4 Januari 2013 : Nonton Habibie dan Ainun bersama kawan-kawan lama SMP
  • 5 Januari 2013 : Nonton Habibie dan Ainun (LAGI) bersama Batman, dan kedua kalinya juga bermalam mingguan di kota ini.


Holiday, so nice to meet you. I really enjoy it, thank you so much. We will meet at my next semester, promise? I'll miss you so much, see you :) ♥ 


With Love 
Linda Rafeby