Friday, January 4, 2013

Habibie dan Ainun

Wuhuuu.. Nggak sia-sia ternyata kocek keluar untuk film yang satu ini. Harus bilang WOW juga karena kisahnya Pak BJ Habibie yang begitu mengharukan bersama Ibu Ainun Habibie. Film yang mengisahkan tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta sejati.


ROMANTIS. Kata ini yang pertama keluar setelah kelar ngeliat filmnya. Ceritanya ditulis sendiri oleh Pak BJ Habibie. Di film ini jalan ceritanya semakin memperjelas seberapa Pak Habibie sangat amat mencintai Ibu Ainun. Tidak hanya itu, perjuangan Pak Habibie juga sangat amat bisa menjadi pelajaran bahwa menjadi sukses itu tidak instan, tapi memulai dulu dari 0.

Ingat sekali saat musim salju di Jerman, Pak Habibie tak mempunyai cukup uang untuk naik kendaraan umum, akhirnya beliau memutuskan berjalan kaki, hingga sepatu yang dipakainya jebol dan membuat kakinya terluka. Tapi keadaan ini berangsur-angsur membaik hingga pada akhirnya Pak Habibie berkecukupan.

Scene romantis lainnya, adalah saat Pak Habibie memberi ucapan selamat ulang tahun pada Ibu Ainun.
Pak BJ Habibie : "Selamat ulang tahun..."
Ibu Ainun : "Pakai kue segala..."
Pak BJ Habibie : "Kadonya sudah ku terbangkan 10 Agustus lalu..."
Kurang lebih seperti itu dan asli membuat terharu.

Ibu Ainun juga di perankan sebagai sosok wanita yang kuat. Ku acungi jempol untuk Bunga Citra Lestari yang telah memerankan sosok Ibu Ainun yang menurutku sempurna. Beliau tak ingin suaminya tahu jika kanker rahim yang diidapnya sudah mencapai stadium 3. Yang ada dipikiran beliau hanyalah, "Sudakah bapak minum obat?".

Kalimat favorit yang selalu diucapkan Ibu Ainun kepada Pak BJ Habibie.

Ibu Ainun : "Pa, senyum... Nanti gantengnya hilang."

Begitupun yang diucapkan Pak BJ Habibie saat berfoto bersama isterinya.

Pak BJ Habibie : "Ma, senyum... Nanti cantiknya hilang."


Hingga saat Ibu Ainun di rawat di Jerman selama masa kritisnya pun, beliau tetap menunjukkan bahwa beliau masih mempunyai kekuatan dalam dirinya.


Persis sekali dengan seperti yang ada di film Habibie dan Ainun. Bikin air mata menitih derassss. Terharu, sangat merasuk ke dalam hati. Dan saat Pak BJ Habibie menemui Ibu Ainun, beliau sedang menangis.

Pak BJ Habibie : "Ainun mengapa menangis? Sakit?"
Ibu Ainun menggelengkan kepala
Pak BJ Habibie : "Takut sama peralatan ini?"
Ibu Ainun menggeleng lagi.
Pak BJ Habibie : "Saya mengerti sekarang. Kamu mengira telah terjadi sesuatu pada saya?" 
Ibu Ainun mengangguk.

Pak Habibie, betul-betul sosok suami idaman, laki-laki yang sebenarnya, dan jarang sekali bisa ditemui lelaki seperti beliau di zaman seperti ini. Dan begitupun Ibu Ainun, seorang sosok isteri yang sangat diidam-idamkan.

Dalam Film ini, aku menemukan 5 keunikan :D
  1. Sudah ada Jajanan Gerry Chocolatos di tahun 1990.an.
  2. Sudah ada cosmetic Wardah
  3. Sudah ada minyak aroma teraphy Safe Care (yang biasa di pakai ibuku, hehe)
  4. Microsoft yang dipakai sudah versi 2007
  5. Sudah menggunakan E-tol Card dan Indomart Card untuk membayar Tol.
ISTIMEWA :))

Sangat disayangkan jika film ini dilewatkan.

Film TOP di halaman 4 dari 365 ku :)

No comments:

Post a Comment