Friday, January 18, 2013

Kangen Kamu, Batman


Tidak ada semangat yang menyentuhku sedikitpun hari ini. Tak peduli cuaca bagus, terang benderang atau apapun. Otakku juga rasanya belum siap menerima segala mapel yang tersuguh nikmat pagi ini. Angin sepoy yang tenang belum bisa sedikitpun menenangkanku atau mengusir sedikit ingatanku tentang kamu.

Tak lupa aku mengecek ponselku kalau-kalau pagi ini kamu menngirimkan sepucuk semangat yang kamu sematkan di sebuah sms dari nomor ponselmu. Tapi ya bagaimana lagi jika kenyataannya memang begini. Tidak ada. Kotak masuk kosong. Dan itu artinya? Nihil. Tidak ada pesan satupun darimu.

Hingga sampai seperempat pagi menjelang siang, tepat jam 10 pagi aku memutuskan untuk mengirimkannya dulu sebuah sms yang menurutku tidak penting tapi ya siapa tahu saja hoki menghampiri dan kamu membalas smsku. “Selamat jam 10 pagi,, have a nice day ^_^” seperti itu. tapi setelah sekian lama menunggu, dan entah sudah berapa puluh kali aku mengecek, sama sekali tak ada jawaban. Nihil. Nol. Kosong. Tuhan... sabarkan aku.

Aku terus berfikir positif dan selalu mengatakan pada diri dan benakku kalau kamu sedang sibuk. Ya, kamu sedang sibuk. Entah hal apapun yang membuatmu sibuk, aku tetap berpikiran kalau kamu sibuk. Mungkin kalau kamu bisa melupakan aku di sela kesibukanmu, aku tidak bisa. Di sela sibukku aku selalu ingat kamu walaupun itu sedikit dan tak sampai sepersen. Namamu selalu hanyut dalam lantunan kalimat doaku. Dan segala tentangmu selalu melekat jelas di setiap derai sujudku.

Dan tibalah jam 02:55 hari ini, sebuah sms darimu datang dan kamu tahu? Aku senang teramat sangat. Ku buka dengan hati berbunga, “Lg ngapain ngie?”. Bola mataku terhenti. “Ngie”? Siapa? Itu yang terlontar pertama dalam hatiku. Siapa? Atau mungkin typo? Atau bagaimana? Entahlah. Yang jelas aku mendapat sepucuk kabar yang walau tak penting bisa sangat melegakan aku.

Ku balas, namun kemudian nihil balasan. Ku tunggu hingga seusai waktu magrib, tetap nihil. Akhirnya ku putuskan lagi untuk mengirimimu sms, dan jika memang ini tak terbalas olehmu, aku harus menghubungimu, harus dan harus. “Batman..”. Ya aku tetap menyamar, padahal yang ku ketikkan di sms itu adalah namanya, hehe. 30 menit berlalu. Nihil. Tidak ada balasan. Ya Tuhan... benar-benar aku harus menghubunginya.

Nada sambung terdengar di telinga kananku. 3 kali “tuuuut..” seseorang di seberang sana menjawab. “Hallo assalamu’alaikum.” Sapaku. “Waalaikumsalam.” Jawabnya. Sedikit lega karena ada sesuatu yang terjawab walau hanya teleponku. Tapi sekitar 15 detik kemudian, “Eh bentar ya aku masih di rumah temenku.” Bilangnya. Dan jelas ini membuatku terdiam. Tenggorokanku tercekat. Sakit. Jantungku berdegup cepat seakan mencambuki luka baru ini. Sebeginikah? Ya Tuhan, apa salah aku merindukannya?

“Yasudah, nanti aja. Makasih ya. Assalamu’alaikum.” Jawabku kemudian dan ponselku ku tutup kasar. Emosiku sudah di ubun-ubun. Kepalaku rasanya panas. Hatiku entah hancur tak terlihat kemana saja arah loncat bagian-baigannya. Otakku tak mampu bekerja dengan baik sehingga perlu penenangan. Terus beristighfar namun tak juga tenang. Astaghfirullah...

Aku diam. Dan terus diam. Menelusuri kembali rasa nyeri yang tiba-tiba datang ini. Ada apa sebenarnya? Apa kamu ingin menjailiku agar aku marah? Apa kamu memang tak punya banyak waktu untukku? Aku memang terbiasa menunggumu, aku memang terbiasa menjalani hari-hariku tanpa semangat darimu, tapi ingatlah jika aku ini seseorang yang benar-benar mengenalmu dan jelas saja aku merasa yang ini bukanlah kamu; tidak seperti kamu. Apa mungkin kamu ingin memberiku kejutan dengan tiba-tiba membuatku marah dulu lalu datang ke rumahku? Atau yang lainnya? Jujur aku dibuat bingung maksud dari semua ini.

Mencoba lebih tenang, tenang dan tenang. Mencoba tak grusa-grusu dan tetap kalem. Tapi setenang-tenangnya aku malam ini tetap saja jantungku tak bisa berhenti berdegup kencang. Sangat kencang. Rasanya ini belum selesai dan belum terselesaikan. Mencoba menangis sekencang mungkin, tapi sia-sia. Tak ada satupun air mata yang mengalir.

Aku kembali mengirimimu sebuah sms. “Kira-kira kamu pulang dr rumah temen kamu jam berapa?”. Sukses terkirim dan sukses juga tak ada jawaban. Ku hubungi lagi. 1 kali, 2 kali, hingga 3 kali menelpon, sama sekali tak ada jawaban. Kemana kamu? Sedang apa? Temanmu siapa? Aku kepo. Sangat amat. Tapi tak ku hiraukan, yang terpenting sekarang aku ingin dengar suaramu, itu saja cukup.

Dan aku menyerah. Sepertinya memang sedang tak ingin menerima segala sesuatu dariku, entah itu sms atau telepon. “Jujur aku kangen. Udah lama sih tapi kayanya kamu sibuk terus. Hehehe. Aku cuman pengen denger suara kamu, itu aja kok, tapi ya kayanya emang sibuk terus dari seminggu yang lalu, hehehe. Yasudah kapan-kapan aja deh ya J”. Awalnya kata-kata seperti inilah yang ingin ku kirimkan kepadanya. Namun sebelum aku memencet tombol send di ponselku, ada sebuah sms masuk yang mendahului. Dan rencana mengirimkan sms ini, batal.

Dari Batman. “Maaf aku lagi di pasar malem nih, bising banget di sini..” seperti ini isinya. Dan secara tidak langsung, sms yang ini memupuskan harapanku yang kalau-kalau saja suara dari puluhan motor yang lewat di depan rumahku itu salah satunya kamu. Dan ternyata? Sudah tidak mungkin. Ya mungkin sepertinya memang aku yang terlalu bodoh mengharapkan sesuatu yang mungkin namun tidak akan terjadi. Begitu?

“Yasudah maaf ganggu ya. Aku cuman pengen denger suara kamu aja, tp yaudalah, nanti2 aja J have fun” pasti kamu tahu ada nada-nada ketidakikhlasan. Aku yakin itu. Dan lagi-lagi, nihil balasan. Benar-benar kosong , sepi dan tidak ada apa-apa. Haruskah terus menerus seperti ini? Pahit.

Jujur sempat terfikir aku takut cerita masalaluku terjadi lagi. Seseorang meninggalkanku tanpa pesan sedikitpun, tanpa permisi dan langsung pergi. Aku takut ini terjadi lagi dan kamu yang meninggalkanku. Tapi tidak. Aku mengenalmu dan kamu tidak akan seperti itu. Bukan masalah aku terlalu percaya atau bagaimana, tapi memang aku tahu kamu ya memang bukan seseorang tipikal seperti itu.


Aku merindukanmu di sini
Entah kamu rindu juga atau tidak, aku tak peduli
Muncul sebentar saja mau?
Tidak butuh banyak basa-basi kok untuk sembuhkan kangenku :D hehe

No comments:

Post a Comment