Wednesday, January 30, 2013

Kenapa Harus di Mimpi?


Mimpi yang aneh. Ya mimpi tentangmu.  Mimpi yang membangunkanku saat hari masih petang. Saat fajar belum menampakkan bias sinarnya. Saat suara ibuku belum terdengar menggelegar memenuhi sudut-sudut kamarku; ruangan ternyamanku di dunia. Lucu sekali. Kamu datang, menghampiriku, memintaku menunggu; lagi, dan kemudian kamu tak jadi menjelaskan berbagai varian cerita yang kau promosikan kepadaku.

Kenapa harus datang melalui mimpi? Kamu hanya ingin memberikan isyarat padaku? Atau apa? Isyarat tak kan kembali atau apa lagi yang lainnya? Tahukah kamu, aku kini belajar sesuatu yang dulunya aku tak berfikir akan melakukannya. Rasa terlalu itu yang menghalauku untuk belajar sesuatu yang seperti ini. Rasa terlaluku itu yang menghadangku untuk tidak berfikir akan sampai seperti ini jadinya.

Tapi nasi sudah menjadi bubur kan? Nasi itu bak rasa percayaku, dan bubur bak pengkhianatanmu; pembohonganmu. Takkan kembali menjadi nasi kan? Ya itulah rasa percayaku padamu. Kau sendiri yang menanak nasi, kau sendiri juga yang membuat nasi itu menjadi bubur. Sepertinya bagimu enak ya? Tapi menurutku bubur ini rasanya pahit. Asli tidak enak. Sepertinya kamu harus jadi aku dulu agar bisa merasakan pahitnya.

Oh iya, ngomong-ngomong bukannya kau masih terjerat hutang cerita denganku ya? Bagaimana kabarnya? Apa hanya isu semata? Aku memang membiarkanmu. Aku tak memaksamu agar kau sendiri sadar. Agar kau sendiri juga tenang. Oh tidak. Tenang? Mungkin iya untuk ragamu namun tidak untuk jiwamu. Jiwa yang berhutang, mungkinkah masih bisa tenang? Ya tak ada yang tak mungkin.

Hei, kamu tidak suka ketidak jujuran kan? Aku yakin kau pasti tidak tenang di sana. Aku terlalu mengenalmu sebagai seorang kamu. 7 bulan bukan waktu yang singkat. Bukan waktu yang hanya sekedipam kelopak mata. Cukup lama bukan untuk mengenal seorang kamu? Jadi apa lagi? Katakan saja dan jangan mengulur waktu dengan menyuruhku menunggu ceritamu yang lebih lama lagi.

Kenapa harus di mimpi? Datanglah di alam nyata. Jangan lupa ajak kekasihmu juga ya.

No comments:

Post a Comment