Tuesday, January 29, 2013

Semacam Memo Tidak Penting

MEMO 1
"Lindaaa, semangat yaaa!!! Batman nggak lagi kenapa2 kok, yakin :) Linda ga boleh sedih, ga boleh murung dan ga boleh kebanyakan galo yaaa... Kalo Linda kaya gitu Batman ga kenal. Batman sukanya kalo liat Linda itu nggak cengeng, tegar, kuat dan tetep senyum apapun keadaannya. Linda kangen Batman kan? Berdoa terus buat Batman ya, Allah selalu lindungi Batman kok :) Amiiin"

MEMO 2
"Sandiwarakah selama ini setelah sekian lama kita tlah bersama? Inikah akhir cerita cinta yang selalu aku banggakan di depan mereka? Entah di mana ku sembunyikan rasa malu. Kini harus aku lewati sepi hariku tanpa dirimu lagi. Biarkan kini ku berdiri melawan waktu tuk melupakanmu. Walau sedih hati namun aku bertahan"

MEMO 3
"Aku tahu ini semua tak adil. Aku tahu ini sudah terjadi. Mau bilang apa aku pun tak sanggup. Air mataku tak lagi mau menetes. Alasannya sering kali ku dengar. Alasannya sering kali kau ucap. Kau dengannya seakan ku tak tahu, ceritanya apa aku tahu. Jujurlah sayang aku tak mengapa biar semua jelas tak berbeda jika nanti aku yang harus pergi ku terima walau sakit hati :)"

MEMO 4
"Dulunya memang ku tutup mataku, bahkan hatiku sehingga beringasmu tak terlihat. Dulunya memang aku yakin kamu tidak seperti buaya-buaya di luar sana yang buas. Ternyata segelap itu ya cara pandangku kepadamu? Tapi sekarang aku tahu. Kamu tidaklah beda dengan buaya-buaya itu. Bak siluman, kamu berubah menjadi buaya yang beringas, ganas, dan kelaparan. Dan aku, melihat keganasanmu dengan mata kepalaku sendiri. Pantaskah ku sebut kau sama seperti dulu? Sepertinya tidak. Hati-hati ya. Kalau kamu teruskan, pohon pembalasanmu akan tumbuh lebat."

MEMO 5
"Hai, apa kabar? Baik? Syukurlah :) aku senang sudah mendengar kabarmu. Oh iya, baru-baru ini aku melihat kamu sedang bermain drama. Betulkah? Bukannya waktu itu kamu seorang penulis naskahnya? Kenapa sekarang kamu sendiri yang memerankannya? Aku bingung, sekaligus tidak mengerti. Dulu bukannya kamu memintaku menjadi atrisnya ya? Kenapa sekarang kamu malah seakan membiarkanku duduk diam melihat pertunjukan drama yang kau mainkan sendiri? Sepertinya, kemampuan aktingku kurang mumpuni ya. Tapi untuk dramamu ini sungguh menakjubkan :)"

MEMO 6
"Dulu, aku tidak perlu orang lain untuk tahu seberapa manisnya kamu. Aku tidak perlu orang lain untuk tahu seperti apa kamu. Aku tidak perlu mereka karena aku tahu kamu memang seorang lelaki yang baik :) benar kan? Kini, aku tidak perlu orang lain untuk tahu seberapa pahitnya kamu. Aku tidak perlu mereka untuk tahu seperti bagamana dirimu. Aku tidak perlu mereka karena aku tahu kamu memang seorang lelaki yang terlau baik untuk menyakiti hati seorang aku, aku juga memang seorang wanita yang terlalu baik untuk sekedar menemanimu :) benar kan?"

MEMO 7
"Aku bisa terima meski harus terluka. Karena ku terlalu mengenal hatimu. Aku telah merasa dari awal pertama, kau takkan bisa lama berpaling darinya :) Ternyata hatiku benar cintamu hanyalah sekedar tuk sementara. Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti. Manamungkin terus jalani cinta begini. Karena cinta tak akan ingkari, tak kan terbagi. kembalilah pada dirinya biarku yang mengalah, AKU TERIMA :) Ku tak bisa terima bila terus tak setia mengkhianati dia menduakan cinta..."


Kamu bisa menyimpulkan sendiri?
Kalau tidak bisa,  aku akan menceritakannya
Setelah rasa penasaranmu tumbuh lebat :)

No comments:

Post a Comment