Friday, February 8, 2013

Move On-ku Cepat?


Di tengah hiruk pikuknya kelasku pagi itu yang berebut buku teman untuk mengerjakan tugas, tiba-tiba kawanku yang satu ini, yang kebetulan juga sedang menyapu, sampai di meja dan kursi tempatku belajar. Dan tiba-tiba, "Nda, kalo aku perhatiin, kamu kalo udah sayang sama orang bisa suayang banget tapi kalo udah move on juga bisa cepet banget." Jelas aku kaget. Kok bisa begtu? Sedangkan aku saja baru merasakan ini move on tercepat yang pernah aku alami dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan santai aku menjawab, "Ya gimana ya, kalo orang yang disayang nyakitin orang yang menyayangi buat apa ambil waktu lama-lama untuk move on.". "Iya sih ya.", jawabnya kemudian melanjutkan lagi kegiatan sapu menyapunya.

Aku memikirkan sejenak apa yang dikata temanku itu. Memang iya aku begitu? Tapi ya memang begitu. Apa yang dikata orang adalah cermin seorang aku. Dan argumen orang juga pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tapi apa yang temanku bilang ini ada benarnya juga. Aku merasakan kali ini fase penyembuhan luka hatiku juga tak selama dibanding sebelum-sebelumnya. Entah apa itu penyebabnya. Karena aku sudah bisa mengendalikan emosiku? Sudah lebih bisa menata apa yang memang harus aku lakukan, atau yang lain? Entah.

Menurutku pribadi, move on sebenarnya memang tidak mudah. Layaknya membuka tutup botol minuman bersoda, jika tanpa alat pasti lebih susah. Oh, atau aku sudah menemukan alat itu? Aduh entahlah. Yang jelas, move on itu butuh proses. Aku juga begitu. Aku juga membutuhkan waktu sejenak untuk sedikit demi sedikit bangkit dan bangun dari keterpurukanku (baca: kegalauanku). Memang di luar orang mengira aku tidak ada beban, baik-baik saja, tapi ya sebenarnya tidak. Aku menampakkan diri sebaik mungkin di dunia luar ruanganku (baca: kamarku). Tujuannya agar aku memperoleh kebahagiaan yang memang harus kudapatkan untuk obat penawar dan pembangkit move on ku ini. Bukan begitu?

Actually, salah satu persiapan move on terjitu adalah SADAR. Maksudnya? Maksudnya yaitu sadar dari awal menjalin hubungan. Sadar akan resiko yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Entah itu resiko terbaik ataupun resiko terburuk, yakinilah semuanya sama-sama yang terbaik untuk dirimu. Dengan ini, maka kita lebih kuat bila memang suatu saat harus ditinggal atau meninggalkan segala sesuatu tentang seseorang yang kita sayang. Istilahnya, persiapan, jaga-jaga atau apapun yang lainnya.

Berikut ini, tips-tips yang menurutku JITU untuk Move On :

  1. Solat, dzikir dan ikhtiar (Dengan cara ini kamu tidak hanya bisa mendamaikan batin dan jiwa, tapi juga bisa mendapatkan pahala.)
  2. Netralkan sedikit demi sedikit perasaan yang berkecamuk dalam hati (Emosi, marah, kesal, masih sayang, masih cinta, atau apapun yang lainnya.)
  3. Tenangkan hati, jiwa dan pikiran (Dengan apapun caranya yang tergolong positif hingga kamu bisa setenang mungkin dan kalau bisa mencapai puncak titik tenang.)
  4. Keluar mencari suasana baru (Menghibur diri dengan mencari suasana baru untuk menyegarkan mata dan suasana hati. Bisa ke pantai, atau kemanapun yang kamu anggap itu bisa membuat keadaan batinmu senang.)
  5. Banyak berkumpul bersama sahabat (Dengan sahabat kita seakan bisa merasa tidak akan punya beban sedikit pun. Canda gurau yang tercipta antara kamu dan sahabat-sahabatmu tentunya akan mengikis sedikit demi sedikit luka di hatimu,)
  6. Sadari jika dia bukanlah satu-satunya (Jika memang dia satu-satunya di dunia ini, jelas dunia akan kiamat. Sadarlah jika hidupmu masih berharga untuk dinikmati walau tanpanya.)
  7. Maafkan segala kesalahan yang ia perbuat (Jika memang ia berada di pihak yang salah, maka maafkanlah, hitung-hitung ibadah. Jika sebaliknya, maka segeralah meminta maaf, itu juga ibadah.)
  8. Ingatlah kedua orang tua yang sangat menyayangimu (Tidak ada guna menangisi dia yang sudah pergi. Life must go on, dan orang tuamu, masih bangga mempunyai anak sepertimu.)
  9. Biasakan tidak menggunakan lagi sesuatu yang spesial darinya (Entah itu panggilan sayang, memajang foto berdua, nama kontak di buku telepon, dan apapun yang lainnya.)
  10. Sadar di luar sana ada seseorang lain yang menyayangimu (Percaya tidak percaya, ini pasti ada. Karena Tuhan sudah mempersiapkannya sebelum kamu mengakhiri segala sesuatu dengannya. Cobalah sedikit dekat dengannya tanpa menjadikan dia pelampiasan :))
Semoga bermanfaat ^_^

REMEMBER :
"Life is too UNYU to GALAU" :)

With love,
Linda Rafeby 

No comments:

Post a Comment