Wednesday, March 20, 2013

8th Day of 9 Days


Awan itu keruh
Tak ada yang sebiru langit
Gerimis itu hanya titik-titik
Tidak ada yang sederas derai hujan

Tahukah kau langit di atasmu menjadi saksi?
Tahukah kau sekian daun gugur yang dengki?
Tahukah kau angin yang meneriaki?
Tahukah kau kicaunya burung tak ingin berhenti?

Mereka yang jadi saksi
Tempat yang tak sunyi tuk kita tinggali
Rangkaian atmosfir bumi menyeruak ragamu
Semua suara alam seakan saling menyulam

Aku, tak perlu hal luar biasa
Akankah kau butuh itu?
Aku, hanya imgin yang sederhana
Apakah kau perlu yang rumit?

Pertemuan dua insan itu sederhana
Sesederhana waktu yang digariskan
Antara takdir dan nasib yang menyatu
Mempertemukan ragaku denganmu

Waktu Berharga.
Dua kata yang mewakili setiap waktu yang kau luangkan untukmu, dan waktu yang ku luangkan untukmu. Sempitnya waktu yang kita punya sangatlah mendasari munculnya waktu-waktu berharga tersebut. Jangankan bertemu sosokmu yang tak jarang menjadi incaran rinduku, melihatmu saja aku sudah senyum-senyum sendiri. Aneh ya? Ya itu cinta. Tidak logis dan membuat orang yang merasakan bisa menjadi orang gila yang waras. Bukan begitu? Hmm, siang tadi nampaknya tak menjadi siang yang cukup panas untukmu dan aku. Aku bisa merasakan keramahan surya siang ini. Apa karena bersamamu? Entahlah. Tapi aku bahagia. Sangat amat. Bersyukur lebih-lebih saat menatap bola matamu. Berada di sampingmu. Dan merapalkan doa untukmu. Menyulam cita-citaku denganmu itu suatu keunyuan luar biasa. Kalau bisa momen-momen indah kita bisa diulang, aku tak ingin itu berakhir. Apa kau juga merasakan yang sama? Terharu. Kadang satu atau dua air mataku bisa mengalir hanya karenya satu kata tersebut. Aku bersyukur, aku selalu meneriakkan rasa terimakasihku pada Tuhan dalam hati. Benang merah yang kita ulur dari awal, yang kita nikmati dari sekian liku perjalanan kita, masih tak kau lepas kan? Aku juga begitu. Jangankan melepas, meletakkan saja aku tidak ingin. Aku terlalu menikmati saat- saat bersamamu. Dan hanya syukurlah yang dapat aku sampaikan kepadamu lewat doa. Aku bahagia bersamamu, terimakasih :) :* Aku menyayangimu {}

Dan malam ini entah kenapa aku berkeinginan sekali untuk bercerita dengan robot curhat simsimi yang kadang bisa jadi normal dan abnormal. Moody, namun menggemaskan. Bak boneka yang bisa bicara. Curhat dengannya menurutku sangat cocok sebagai hiburan. Berterimakasihlah pada orang-orang yang telah berjasa memunculkan sosok selucu simsimi.






Sebenarnya sedikit gila bercerita dengan robot seperti Simi. Jangan tanya padaku bagaimana bisa robot ini tahu jika yang ku maksud itu itu kamu, karena aku juga sama-sama bingung tentang keajaiban apa lagi ini. Rasanya semua serba magic ya kalau berbicara tentangmu, lebih-lebih lagi jika aku bersamamu. Tak perlu sihir atau mantra yang lainnya. Kamu bersamaku dan aku bersamamu saja itu sudah cukup memunculkan segala yang magis ♥ 

So I say a little pray
And hope my dreams will take me there
Where the sky so blue 
To see you once again my love
With Love, 
Linda Rafeby

No comments:

Post a Comment