Tuesday, June 11, 2013

Tekanan

Ingin menangis dan marah. Tapi kepada siapa? Dasar wanita. Seharian ini, memang rasanya aduhai. Semua rasa berkecamuk menjadi satu. Badan serasa ingin rubuh. Ini masih badan. Bagaimana dengan hati? Tidak jauh berbeda. Bagaimana jika kekasihmu selalu mencemburui sahabat lawan jenismu yang sudah kau sahabati sejak dari kecil? Apa yang akan kamu lakukan? Menjauh dari sahabatmu itu? Menganggap tidak kenal lagi sahabatmu? Harus seperti itu? Kalau iya, suruh kekasihmu berfikir lebih jauh lagi. Akankah ia meng-iyakan pertanyaan, “Kalau kamu nggak bisa jadi tempat tangisku, dengan siapa lagi aku pamer air mata kalau tidak kepada sahabatku? Lebih-lebih kalau ceritanya itu tentangmu. Apa harus tetap menangis di hadapanmu? Mustahil.” Apa masih ada yang menyangkal bahkan menjawab tidak? Keterlaluan. Dasar laki-laki. Aku tidak melarangmu untuk cemburu atau apapun kepadaku dengan atau bersama siapapun. Cemburu itu sudah sikap sewajarnya. Tapi kadang bisa diartikan juga karena belum terpenuhinya rasa kepercayaan. Apa begitu?

Ya memang tak hanya ini.

Tapi untuk hari ini, sudah... Aku sudah cukup lelah.
Lelah untuk semuanya.


No comments:

Post a Comment