Monday, July 15, 2013

Kepekaanmu

Hai kesayangan, apa kabar?
Entah sudah berapa lama aku tak melihat pantulan cahaya lagi dari kedua bola matamu. Memandangi lekukan senyummu untuk lebih dari satu jam. Dan keberadaan jarimu di sela jemariku, ah semuanya. Aku merindukanmu, sayang.

Tahukah kamu, sebenarnya aku tidak mengerti apa yang terjadi di antara kita. Perbedaan. Dan perbedaan itu yang harusnya menyatukan hati kita kan? Hmm, aku pikir aku yang terlalu sering membicarakan tentang perbedaan ini denganmu. Padahal kamu tak pernah membahas sedikitpun itu padaku. Khususnya tentang apa-apa yang berbeda tentang aku. Kamu, adalah seorang yang punya sabar teramat sangat untukku. Bagaimana tidak, ketika aku menginginkan ini dan itu kamu akan selalu mengusahakan. Kamu terlalu berharga, ketahuilah. Kamu terlalu bisa membuatku lebih lebih jatuh cinta padamu. Tak peduli seberapa sering segala tentangmu itu berubah-ubah, tetap saja judulnya takkan pernah berubah. Aku tetap bisa jatuh cinta padamu. Titik.

Sayang, kenapa ya aku sekarang merasa sudah sedikit lebih lelah dari biasanya untuk mengingatkan segala yang berubah tentang kita; tentang ketidakpekaanmu. Sepertinya, dulu aku merasa kamu adalah seorang yang paling peka bagiku. Kenapa sekarang... ah apa itu hanya fikirku saja? Tapi tidak. Aku jelas merasakan itu. Aku sedikit lebih lelah untuk mengingatkanmu agar kamu tetap seperti dulu tapi harusnya aku sadar aku tidak pantas seperti itu. Aku harusnya sadar seiring waktu berjalan jelas ada banyak sesuatu yang berubah. Ah kita ini serba salah sebenarnya. Kamu serba salah, aku lebih merasa serba salah atas diriku sendiri. Ku fikir dengan tidak mengingatkanmu lagi semua akan berjalan sedamai yang akan kupikirkan. Namun tidak. Ketika aku tak mengingatkanmu justru aku yang lebih tersiksa. Apa ini.

Mungkin jika sayang dan cintamu tetap sama seperti dulu...
Kepekaanmu juga mungkin tetap sama seperti dulu...

Aku merindukanmu, Irsandha.

No comments:

Post a Comment