Sunday, August 18, 2013

Buku Mungilku

Aku menghela nafas panjang setelah membaca kata-katanya. Ya, aku arus ikhlas. Harus ikhlas. Aku tidak boleh seperti anak kecil yang merengek ingin lolipop. Aku sudah besar. Mungkin juga sudah dewasa. Atau mungkin masih belajar dewasa? Entahlah.

Ku pejamkan mataku sejenak. Sedikit tidak mempedulikan pesan singkatnya, mungkin akan membuatku lebih baik. Ya, mungkin. Ah aku ingat sesuatu. Aku beranjak dari zona nyamanku; tempat tidurku; dan kemudian membuka almari. Aku ingat ada sesuatu yang ku selipkan di bawah tumpukan selimut yang tersusun rapi. Buku ini...


Aku tersenyum sendiri membaca segala sesuatu di dalamnya. Sedikit atau bahkan bisa disebut sepenggal kecil rangkaian kata yang menceritakan tentangku dan dia...

 Cute Cover. Isn't it?

For us :)

"Susah seneng budal bareng..."

You're like a rainbow...

Lenka-Like a Song

What we do all the times?

Love is Idiot...

Before I die, I wanna...wih you.


Everyday witg you is always be an happiness day...

Bukan bintang biasa.

This is, December 20th, 2012 :)

Don't try this yeah...

The part that I love the most.

Ya, memang alay. Tapi aku menyukainya. Aku menuliskan apapun di sana. Dan ini hanya sebagian kecil. Allah selalu melindungimu sayang. Baik-baik ya di kota orang, jangan lupakan hatimu yang kau tinggalkan di sini :)

Friday, August 16, 2013

Sweet Day With Bemostwo

Here we go!

Tepat tanggal 15 Agustus 2013, kami berkumpul kembali. Bemostwo. Momen ini selalu menjadi momen yang unyu bagi kami. Banyak hal yang kami lakukan hari itu. Makan-makan, nonton film horor hingga menjenguk teman yang sakit. Oh isn’t sweet? Entah kenapa bagiku sendiri mereka luar biasa. Dan aku termasuk menjadi bagian dari mereka. Berarti... aku juga luar biasa kan? Hehehe

ini baru saja datang, hebohnya sudah sekian ini. Sweet  

Aduh teman, kalian kelaparan? 

Mau nonton saja ribetnya sampe gini 


Here we go The Conjuring! 

Hari itu sungguhlah luar biasa. Tapi sayang aku tak bisa ikut menjenguk Dita yang sedang sakit Tifus. Semoga Allah segera memulihkanmu kembali teman. Sekali lagi, terimakasih Bemostwo, sudah membuat hari itu indah, walaupun tak semua dari kalian ikut, namun itu sangat luar biasa. Terimakasih. Love you guys 

Wednesday, August 14, 2013

Ini Bukan Perpisahan

Ya Allah, terimakasih.
Kata itu yang berkali terucap dari bibirku, dari otakku, dan tentu dari dalam hatiku juga.

Hari ini, aku halal bihalal ke rumahnya. Mas Gege, yang sudah bak kakakku sendiri selalu menjadi tim sukses pertemuanku dan segalanya tentangku dan dia. Mungkin tanpa dia, aku akan berangkat dengan dikelilingi banyak penumpang di sekelilingku. Terimakasih ya.

Welcome home!

Ku sempatkan juga menjenguk Aha. Ah syukurlah ketika aku sudah sampai di sana Aha sudah terlihat sehat, ya walaupun di pergelangan tangan kirinya masih ada plester untuk menutupi bekas suntikan jarum infus. Dan ini lebih lucu saat aku tepat sampai di rumahnya dan mendapatinya masih tidur. Ya, seperti bertemu mayat hidup. Hahaha, tidak tidak, hanya bercanda. Aku kan humoris, hehehe.


Belum lama aku duduk di sofa ruang tamunya, tiba-tiba ia bilang ada sesuatu untukku. Ah iya, aku ingat. Saat ia mudik ke Klaten beberapa hari yang lalu, aku mengatakan bahwa aku ingin memiliki batik yang kembar dengannya. Tapi sayangnya ia mengatakan padaku kalau tidak sempat mencari batik yang sarimbit seperti itu. jadilah ia menawariku kaos yang sama dan ukuran yang sama. Aneh? Memang. Aku sendiri juga bingung. Aku harus memakai yang seukuran dengannya. Oops. Aku geli sendiri membayangkannya, namun entah kenapa keyakinanku saat itu berbeda. Aku berfikir, “Ah, apapun dari kamu pasti membahagiakan.” Ya tentu memang membahagiakan. Saat ia menarik tanganku masuk ke dalam rumahnya, ia bergerak mengambil sesuatu. “Ini.” Katanya. Mataku membelalak dan tanganku otomatis menutup bibirku yang menganga karena kaget. Tebak apa sesuatu yang ia maksud untukku? Yap, bukan kaos, namun apa yang aku inginkan dengan warna yang aku suka dan itu unyu. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku berterimakasih, dan yap. Aku speechless.


Ditemani semilir angin di loteng tadi, dengan dia yang sedang mencoba mengeluarkan kembali sesuatu dari gudang, aku teringat sesuatu. Tanggal 20. Ku lihat ia berhasil mengeluarkan kotak bersisi helikopter mainan itu. “Punyamu ndut?” tanyaku. Ya, itu kepunyaannya sejak jaman masih duduk di bangku SMP. Wow. Namun tak lama aku menyuruhnya untuk berdiri sejenak di sampingku. Menghadap ke arah pemandangan sawah, aku mulai mengatakan itu. “Ndut, happy 8th month anniversary ya.” Kataku seraya melihat ke kedua bola matanya dan tersenyum. Begitupun dia. Bibirnya ikut menyunggingkan senyum. Jemarinya terselip di antara jemariku. “Kan masih hari Selasa.” Jawabnya. Ya, sudah kuduga. Aku mempererat genggamanku. Nafas yang berat terhembus melalui bibirku. Ku coba tersenyum dan menganggap semuanya baik-baik saja. “Ya, emang masih hari Selasa. Tapi kan kita nggak bisa ketemu kaya biasanya.” Jawabku pelan tapi pasti. Ya memang ia libur hari itu. Ospek belum di mulai di kampusnya. Tapi tetap saja, belum tentu pertemuan berpihak pada kita. Dan akhirnya, “Ya, happy 8th month anniversary too, Sayang.” Katanya seraya tersenyum sambil menatap lekat-lekat kedua bola mataku.

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Aku sadar, aku harus segera pulang. Tapi waktu nampaknya belum mengizinkanku untuk kembali menyusuri jalan kembali ke rumah. Justru aku masih di ajak untuk berkeliling ke tetangga-tetangganya. Wow, seru sekali. Salam-salaman usai, kemudian sholat magrib, dan akhirnya aku berpamitan kepada seluruh orang di seisi rumahnya, lalu pulang. Surya yang tak lagi terlihat, menyusuri jalanan yang sudah di terangi lampu kota, suatu keunyuan tersendiri bagiku, apalagi dengannya. Tau apa yang selalu terlintas di otakku? Ku fikir ini bukanlah sebuah perpisahan.

Ia mengutarakan lagi niatnya mendaftarkan diri ke sekolah penerbangan itu. Kata Jakarta membuatku sesak. Ya, itu cita-citanya, dan siapapun tidak akan ada yang bisa menghalangi. Ia bilang, jika aku masuk kuliah nanti, ia sudah akan pergi ke sana. Lihat. Untuk melepasnya ke Surabaya itu sudah berat sekali. Lalu Jakarta? Aku akan merasakan keberatan itu dua kali? Ya, kira-kira seperti itu. Ah sudahlah, perpisahanku dengannya selalu membawa suatu pertemuan baru. Oh tidak suatu, mungkin banyak pertemuan baru. Begitu?

Tentu, hari ini akan aku ingat sampai kapanpun. 14 Agustus 2013. Walaupun bukan candle light dinner, tapi ini sangat jelas sekali kita makan berdua bersama dalam satu meja dan itu luar biasa! Membahagiakan sekali saat mengetahui kulitnya lembab karena berkeringat, mungkin grogi. Membahagiakan sekali saat melihat sekaligus mendengar tawanya yang seperti tadi. Entah sepertinya aku belum pernah menemukan yang sedemikian membahagiakan layaknya tadi. Melihat tingkah polahnya yang seperti Mr. Bean, hmm aku fikir ia cocok menjadi penerusnya. Hahaha, tidak tidak lagi-lagi ini bercanda.


Aku menganggap hari ini bukanlah perpisahan. Ini hanya hari di mana pertemuan itu kembali ada. Terimakasih ya :)


Tuesday, August 13, 2013

1# Surat Cinta Untuk Kamu

Untuk Kekasihku,

Hai gendut, apa kabar di sana? Tidak terasa ya liburan ini berjalan cepat, namun tidak secepat pertemuan kita. Bayangkan, kita bertemu hanya sekali. Mungkin besok memang kita akan bertemu, tapi coba hitung. Berapa kali kita bertemu? Hanya dua kali bukan? Menurutmu, apa dua kali itu sudah cukup bagimu sebagai sebagai obat penghantar saat kamu pergi nanti? Hmm, aku merasa ini belum cukup, sayang. Ah tapi yasudahlah, masih bersyukur kita bisa bertemu walau untuk beberapa hari, daripada tidak bertemu sama sekali. Betul kan? Hehe.

Ndut, ngomong-ngomong masih dapet angpao banyak ya? Hehe, kau tau, rasanya aku geli sendiri kalau berbicara tentang hal ini. Yayaya, aku tahu sebenarnya ini bukan hal yang lucu. Tapi ya memang lucu sih, sampai-sampai aku terkadang sulit untuk tidak meringis jika membicarakan ini, hihihi. Ya bagaimana tidak lucu, usia-usia seperti kita ini apa masih pantas untuk diberi angpao? Tapi kalau tidak diberi kita juga membutuhkan. Benar begitu? Aku kadang bingung memberi angpao itu merupakan suatu tradisi atau bukan ya?

Oke, anggap saja semua itu rejeki untuk kita. Mungkin bagi Tuhan, kita masih membutuhkan. Tapi ingat, mungkin saja semua itu ujian. Bagaimana bisa? Ya tentu saja. Ujian dari Tuhan bukan hanya kemiskinan atau suatu penyakit, namun harta juga ujian. Kok bisa? Ya tentu, ujian amal bagi seseorang yang memiliki. Maukah kita beramal, seberapa besar hati kita untuk memberikan sedikit bagi yang membutuhkan, seberapa rela tangan kita untuk mengulurkan bantuan kepada mereka yang dipandang iba, dan seberapa ikhlas kita menyimpannya di tabungan kita. Betul tidak? Ya itu sih menurutku, belum tentu menurutmu juga begitu. Aku sendiri juga menyadari ndut. Aku pun juga pernah merasakan, setelah dapata angpao selalu aku belanjakan. Ya paling-paling aku tabung tapi tidak sampai setengahnya. Kamu pernah begitu tidak? Hehehe

Tapi semakin aku dewasa, semakin aku mengerti bahwa kebutuhanku masih banyak yang lebih penting daripada harus ku hambur-hamburkan. Apalagi kamu yang sebentar lagi sudah jauh dari mama dan bapak. Apa tidak sebaiknya ditabung? Ya syukur kalau nantinya yang kamu tabung itu berguna jika memang ada kebutuhan mendadak. Jadi tidak perlu merepotkan orang tuamu toh? Hehe, ini hanya saran, sayang. Kamu mau mengikuti atau tidak pun itu terserah padamu. Aku yakin, kamu yang lebih bisa mengatur semuanya nanti saat sudah jauh dari orang tuamu.

Ndut, sudah dulu ya, semoga saranku ini bermanfaat untukmu. 4 hari lagi bukan waktu yang lama. Baik-baiklah disana. Jaga kesehatanmu, terutama pola makanmu. Ibadahmu, jangan lalaikan ya. Jaga hati juga di sana. Aku yakin jika kamu bisa menjaga semuanya di sana dengan baik, sebaliknya aku juga akan begitu. Sayang kamu, Ndut. Salam angpao! Wkwk ♥

Dengan cinta,
Kekasihmu

It Inspire Me

Long Distance Relationship

Ya, 3 kata yang sangat mengispirasiku. Aku juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi. Sebenarnya ini lucu, tapi entah mengapa yang terlintas dalam otakku sekarang adalah "ingin selalu membuat suatu surat yang bertemakan long distance relationship setiap tanggal 13". Ceritanya bisa nonfiksi, atau fiksi. Kenapa harus tanggal 13? Ya karena aku menyukai angka itu. Angka 1 dan 3, angka 13. Aku suka ketiga-tiganya. Tanpa angka 13, tentu aku sekarang tak berada di dunia ini, hehe

Ya inginku yang satu ini tak lain adalah membiasakanku untuk selalu membiasakan budaya menulis. Atau apa mungkin nantinya kamu akan menunggu surat-surat dariku? Amin, semoga saja begitu. Sebenarnya ya ini proyek iseng. Untuk konsumsi sendiri saja, tapi juga ku gunakan sebagai alat untuk berkarya. Apa salahnya? Aku harap ini kan jadi sesuatu unyu yang akan di tunggu olehmu :)

Monday, August 12, 2013

Hitung Mundur

Hitung mundur...

5... 4....

Ya, tinggal 4 hari lagi. Ada apa? Ia akan meninggalkan kota kecil ini. Meninggalkan segala hal yang tertambat di sini kecuali kenangan dan hatinya. Aku sendiri selalu menguatkan hatiku, ini bukanlah bencana, ini hanya ujian. Aku meyakinkan diriku sendiri jika semuanya ini akan menuai bahagia nantinya. Atau setidaknya Allah akan memberikan apapun yang terbaik untukku dan untuknya.

Bahagia rasanya menerima kenyataan kamu sudah menjadi MABA, Mahasiswa Baru di universitas yang menurutku ternama dengan memiliki passing grade tinggi di kota metropolitan Surabaya itu. Memasuki jurusan yang menurutku bagus, Sistem Informasi, semoga semuanya ini menuntunmu untuk meraih keberhasilan yang kau cita-citakan. Amin. Tapi ku mohon tetap ingatlah semua pesan mama dan bapak. Ingat juga sedikit pesanku ini. Aku orang yang mengenalmu dalam waktu yang tak sebentar. Kamu orang yang mudah bingung. Kamu orang yang mudah membuat segalanya menjadi sesuatu yang ribet. Itu semua kadang menjadi sesuatu yang lucu dan menjadi sesuatu yang menyebalkan kadang-kadang. Unyu.

Hmm, tidak terasa ya sebentar lagi masing-masing dari kita akan merasakan apa itu long distance relationship? Bagaimana rasanya dan sebagainya. Apa kamu merasa deg-degan? Apa jantungmu berdegup kencang mendengar 3 kata itu? Kalau aku, hanya menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya sedikit lebih berat dari nafasku biasanya. Tidak, ini tidak akan semenyakitkan apa yang aku fikirkan. Ya, aku menganggap ini adalah ajang penting. Ajang untuk mempertahankan seseorang yang menyayangiku dan aku menyayanginya. Seperti yang di kata mbak Tara, salah satu alumni sekolahku yang unyu ini...


Ya. benar sekali. Aku setuju dan jujur, ini menginspirasi dan memotivasi bukan hanya pikirku, namun juga jiwaku. Apa fungsinya aku mencari yang lebih baik darimu jika pada kenyataannya banyak sekali yang lebih baik dariku namun kamu memilihku? Sebenarnya aku juga tidak seberapa suka dengan permulaan yang baru karena menurutku aku harus sedikit demi sedikit mengurangi opacity masa-masaku yang dahulu. Terlalu sulit daripada hanya mempertahankan.

Saling percaya dan jujur. Jika salah satu dari kita tidak saling percaya, bagaimana jadinya? Terlalu banyak kecurigaan justru akan menghalau keharmonisan. Yang ada hanya menimbulkan cekcok. Dan bagaimana cara agar tercipta rasa saling percaya? Ayolah jujur dalam segala hal. Aku akan mencoba, ku harap kamu juga akan seperti itu. Jika hanya salah satu, untuk apa dua insan ini di pertemukan? Yakinlah, segalanya akan terasa unyu dan spesial jika kita memegang dua hal itu.

Ya, aku tau ini memang jarak yang tak sejauh Sabang dengan Merauke. Aku juga tau banyak mereka di luaran sana yang mencibir, hanya jarak sekian untuk apa memikirkan hingga sedemikian ini. Cukuplah aku tersenyum karena mereka belum tentu bisa ikut merasakan atau bahkan belum pernah. Mari kita tunjukkan, kita buktikan bahwa jarak yang kurang dari 3jam waktu tempuh ini tidak berarti apa-apa! :) Aku yakin bisa. Apa kau juga begitu? Hmm, demi segala macam salam tempel pada semut, aku menyayangimu! :)

Terimakasih juga mbak Tara! :)

Buka Bersama Dengan Kalian

Wohooo!


Setelah berlebaran, mari flashback buka bersama nan unyu bersama teman-teman. Hmm, rasanya bulan puasa tahun ini sangat amat berkesan. Bulan puasa yang bisa memecahkan rekorku yang sepertinya tak perlu ku bahas, hehe. Bulan puasa tahun ini kurasa juga bulan puasa paling sibuk dengan banyak kehebohan buka bersama. But overall, so glad to meet you, guys.



Yep. Bemostwo. Buka bersama spesial satu ini di selenggarakan di rumah temanku Lisa. Entah kenapa ini menjadi sangat spesial setelah beberapa minggu beberapa di antara kami pisah kelas. Seakan-akan kami masih ingin terus bersama seperti ini. Tapi ya inilah, life must go on and we must know each other.

Ketahuilah Bemotwo, kalian selalu menjadi kelas paling unyu selama aku mendiami bangku SMA ini ♥


Here!

Ma besties in Junior High School. Nah, yang satu ini adalah buka bersama di rumah Dean, teman sejawatku selama 2 tahun saat SMP. Dan inilah, 2 sahabat yang sama berkacamata denganku yang unyu tentunya. Sebelah kiri ada Army Iswandani, dan sebelah kanan ada Ilham Firdiyanto. FYI, Ilham adalah deskmateku selama satu tahun di kelas 8. Wow, kita jadi BFF (Best Friend Forever); aku menyebutnya; hingga sekarang. Unyu sekali. Dari tahun ke tahun banyak perubahan yang terjadi di antara kami semua. For example, Ilham. Ya, dulunya entah kenapa ia sangat anti kamera, but how about now? Like a cover model right? Haha. Ya, mungkin ini perbedaan yang paling mencolok salah satu di antara kami semua.

But mostly, I love you guys! Yep, kelas bersejarah sepanjang masa ♥ 

Next. Buber kawan-kawan kelas 10 dahulu. Kelas yang menjadi saksi awal mula aku megenal masa-masa unyu di sekolah menengah akhirku ini. Buber yang ini dilaksankan di warung milik sahabatku, Nadia. FYI, ia dulunya juga deskmate ku selama setahun, namun sayangya aku harus berpisah dan Tuhan tidak menjodohkan kami kembali bertemu sekelas hingga dua tahun ini. Dan yang paling disayangkan lagi, aku tidak bisa mendokumentasikan bagaimana saja mimik-mimik wajah kawan-kawanku ini, heuh.

But honestly, it so special! ♥

And for the last, yeah, I got it! Aku bisa buka bersama denganmu di tengah ramainya lalu lalang orang dalam tempat itu. Ditengah tempat mungil. Hanya dengan 2 kursi yang tak bebas diduduki dan satu meja kecil dengan berbagai macam makanan di atasnya. Honestly that was the sweet moment I never have! Baru pertama kali aku merasakan yang seperti ini. Siapa yang tidak senang bisa buka bersama dengan orang yang paling kau sayang? Tentu, aku bahagia. Dalam ruang dan waktu yang sempit, kita masih bisa sedikit menyingkirkan semuanya hanya untuk "kita" sendiri. Kita merasakan kekenyangan, merasakan hawa sejuk malam Pasuruan yang mana di luaran sana belum banyak orang berlalu lalang. Ah aku tidak bisa melupakan ini semua. Bahkan hingga sekarang aku masih ingat lagu apa yang menjadi pembuka dan penutupku bersamamu di hari itu. Tapi lagi-lagi aku menyesal tidak benar-benar memaksamu untuk mendokumentasikan momen ini. Hmm..

But I love it, really love it. Thanks for everythings, thanks for make everythings feel so special, dear ♥


Yep, inilah cerita buka bersamaku. Bagaimana ceritamu? :)

Selamat Lebaran :)

Hai, akhirnya malam ini au kembali menulis setelah 21 hari lamanya jemariku tak tergerakkan untuk mengetik suatu kata apapun. Entah untuk keberapa kalinya aku harus mengatakan ini, aku rindu menulis. Dan hari ini tibalah saatnya aku menulis dengan ditemani film lawakan Mr. Bean.

Sebelumnya, maaf jika ini terlambat. Namun kurasa tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan maaf. Minal adzin walfaidzin pada unyuers, maafkan segala salahku; termasuk segala salah dalam blog ini; lahir dan batin. Aku yakin, lebaran ini kau akan semakin unyu dengan pribadimu yang baru. Semoga, segala ibadah kita satu bulan penuh Ramadhan kemarin diterima dan dibarokahi oleh Allah SWT. Amin J

Bagaimana lebaranmu kali ini? Hmm, bagiku lebaran tahun ini cukup menyenangkan. Dan sangat amat bersyukur masih ditemani dengan keluarga yang lengkap dan sehat. Terlebih lagi ada dia, kau tentu tau siapa. Sudah tak usah kujabarkan terlalu panjang disini. Aku tak ingin suasana ini tiba-tiba hilang begitu saja termasuk... tidak ingin melepasmu ke dunia luar sana.