Tuesday, August 13, 2013

1# Surat Cinta Untuk Kamu

Untuk Kekasihku,

Hai gendut, apa kabar di sana? Tidak terasa ya liburan ini berjalan cepat, namun tidak secepat pertemuan kita. Bayangkan, kita bertemu hanya sekali. Mungkin besok memang kita akan bertemu, tapi coba hitung. Berapa kali kita bertemu? Hanya dua kali bukan? Menurutmu, apa dua kali itu sudah cukup bagimu sebagai sebagai obat penghantar saat kamu pergi nanti? Hmm, aku merasa ini belum cukup, sayang. Ah tapi yasudahlah, masih bersyukur kita bisa bertemu walau untuk beberapa hari, daripada tidak bertemu sama sekali. Betul kan? Hehe.

Ndut, ngomong-ngomong masih dapet angpao banyak ya? Hehe, kau tau, rasanya aku geli sendiri kalau berbicara tentang hal ini. Yayaya, aku tahu sebenarnya ini bukan hal yang lucu. Tapi ya memang lucu sih, sampai-sampai aku terkadang sulit untuk tidak meringis jika membicarakan ini, hihihi. Ya bagaimana tidak lucu, usia-usia seperti kita ini apa masih pantas untuk diberi angpao? Tapi kalau tidak diberi kita juga membutuhkan. Benar begitu? Aku kadang bingung memberi angpao itu merupakan suatu tradisi atau bukan ya?

Oke, anggap saja semua itu rejeki untuk kita. Mungkin bagi Tuhan, kita masih membutuhkan. Tapi ingat, mungkin saja semua itu ujian. Bagaimana bisa? Ya tentu saja. Ujian dari Tuhan bukan hanya kemiskinan atau suatu penyakit, namun harta juga ujian. Kok bisa? Ya tentu, ujian amal bagi seseorang yang memiliki. Maukah kita beramal, seberapa besar hati kita untuk memberikan sedikit bagi yang membutuhkan, seberapa rela tangan kita untuk mengulurkan bantuan kepada mereka yang dipandang iba, dan seberapa ikhlas kita menyimpannya di tabungan kita. Betul tidak? Ya itu sih menurutku, belum tentu menurutmu juga begitu. Aku sendiri juga menyadari ndut. Aku pun juga pernah merasakan, setelah dapata angpao selalu aku belanjakan. Ya paling-paling aku tabung tapi tidak sampai setengahnya. Kamu pernah begitu tidak? Hehehe

Tapi semakin aku dewasa, semakin aku mengerti bahwa kebutuhanku masih banyak yang lebih penting daripada harus ku hambur-hamburkan. Apalagi kamu yang sebentar lagi sudah jauh dari mama dan bapak. Apa tidak sebaiknya ditabung? Ya syukur kalau nantinya yang kamu tabung itu berguna jika memang ada kebutuhan mendadak. Jadi tidak perlu merepotkan orang tuamu toh? Hehe, ini hanya saran, sayang. Kamu mau mengikuti atau tidak pun itu terserah padamu. Aku yakin, kamu yang lebih bisa mengatur semuanya nanti saat sudah jauh dari orang tuamu.

Ndut, sudah dulu ya, semoga saranku ini bermanfaat untukmu. 4 hari lagi bukan waktu yang lama. Baik-baiklah disana. Jaga kesehatanmu, terutama pola makanmu. Ibadahmu, jangan lalaikan ya. Jaga hati juga di sana. Aku yakin jika kamu bisa menjaga semuanya di sana dengan baik, sebaliknya aku juga akan begitu. Sayang kamu, Ndut. Salam angpao! Wkwk ♥

Dengan cinta,
Kekasihmu

No comments:

Post a Comment