Monday, December 23, 2013

Ini Kenyataan #5

"Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya?" Rasulullah Saw. menjawab, "Ibumu." "Kemudian siapa?" tanyanya lagi. "Ibumu," jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, "Kemudian siapa?" "Ibumu." "Kemudian siapa?" tanya orang itu lagi. "Kemudian ayahmu," jawab Rasulullah Saw.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ibu, bahkan Rasul pun menyebutmu tiga kali sebelum ayah.
Engkau yang selalu diistimewakan, bu.
Engkau yang selalu jadi idola setiap manusia di bumi ini.
Engkaulah pejuang paling berarti.
Aku bangga menjadi putri kecilmu, bu.
Aku ingin menjadi pendidik hebat sepertimu.
Kelak untuk anak cucuku, akan kuceritakan.
Bahwa kau, adalah manusia terhebat di muka bumi ini.
Terimakasih ibu, terimakasih banyak.
Segala cinta dan kasihmu tak kan bisa ku beli seharga manapun.
Cinta dan kasihmu lebih dari emas, perak bahkan intan berlian.
Lebih dari sepanjang jalan yang terlintas di atas bumi ini.
Lebih dalam dari semua palung terdalam di bumi ini.
Tolong ibu, temani aku hingga ku mampu membuatmu menangis.
Menangis bahagia melihatku sukses di kemudian hari.
Membayar semua hutangku padamu dengan jerih payahku sendiri.
Aku tahu semua takkan bernilai apa-apa.
Aku ingin kau bangga akan diriku bu.
Aku ingin kau tersenyum dan berkata, "Dia adalah putri kebanggaanku."
sembari menunjuk ke arahku.
Ibu, doamulah yang paling di dengar Allah.
Tolong jangan berhenti mengalunkan namaku di setiap doamu, ibu.
Untaian kata dalam doamulah yang mampu menolongku.
Yang mampu menopangku dalam setiap langkahku.
Sehatlah selalu, bu. Temani aku.
Aku akan selalu membutuhkankmu lebih dari aku membutuhkan siapapun.
Aku mencintaimu, ibu. Sangat amat mencintaimu.
Terlalu banyak kata indah yang bisa melukiskanmu, ibu.
Hingga rasanya segala kata indah itu telah habis terlampiaskan untukmu.
Aku janji, suatu hari nanti, aku akan bisa membuatmu tersenyum.
Menitihkan air mata dan memelukku.
Sembari berkata, "Kamu, putri kebanggaan ibu."
 


No comments:

Post a Comment