Wednesday, April 30, 2014

Selama Menghilang...

Kemana perginya aku selama ini hingga tak meninggalkan jejak apapun di pelataran ini?

3 bulan lamanya setelah posting terakhir berjudul “Pertikaian”, aku menghilang dari peredaran para bloggers. Ah bukan menghilang sebenarnya, aku juga tidak berniat meninggalkan. Aku hanya sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk pendidikanku *ciyeee*. Dan bulan Februari tentu saja menjadi bulan kelahiranku di mana aku harus melewatinya dengan serangkaian ujian yang melelahkan, menegangkan, menguras tenaga pikiran dan perasaan. You absolutely know bagaimana rasanya ketika satu bulan lamanya dilewati dengan setumpuk ujian dan kau harus selalu menjaga kesehatan dan kebugaran.

Well, setelah usai melakukan pendaftaran jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) aku menempuh fase Ujian Praktik yang tentu membutuhkan persiapan ekstra. Seperti misalnya ujian praktik bahasa Inggris. Di sekolahku, ujian praktik bahasa Inggris ini terbagi menjadi dua macam ujian. Yaitu writing dan drama. Nah hanya dalam waktu 3-4 hari drama yang sudah ditentukan untuk satu kelompok yang terdiri dari 4 orang harus ready untuk disajikan. Itu menurutku *WOW* ._. hehehe. Itu salah satu mata ujian praktik dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan kemudian setelah ujian praktik, dilanjutkan kembali dengan Tryout Dinas. Ya, tidak jauh beda dengan soal-soal yang sebelumnya dipelajari, hampir semua soal yang terdapat di dalamnya sesuai dengan SKL.

Month by month...
Week by week...
Day by day...

Akhirnya tiba juga di tanggal 14 April.

Akhirnya tiba di Hari Senin di mana siswa dan siswi di seluruh Indonesia melaksanakan suatu ujian penentu kelulusan. Ujian Nasional. Menegangkan tentunya. 3 hari dan 2 mata pelajaran perharinya. Jujur, pada hari pertama ketika bertemu mata pelajaran Bahasa Indonesia, tidak banyak yang dikhawatirkan. Namun pada saat biologi, WOW  serasa mengerjakan soal-soal olimpiade. Banyak sekali soal yang tidak sesuai dengan SKL dan lain sebagainya. Ini masih hari pertama dan ku pikir mungkin hanya biologi saja. Namun ternyata itu salah. Hari kedua dan ketiga juga terjadi hal yang sama. Banyak soal yang tidak sesuai dengan SKL yang ditentukan sebelumnya. Entah aku merasa semua yang dikeluarkan, semua yang diujikan setara dengan soal-soal OSN (Olimpiade Sains Nasional). Anggapan yang mengatakan bahwa “UN itu gampang kok, malah biasanya lebih sulit tryoutnya” itu sangat amat tidak benar untuk UJIAN NASIONAL tahun ini. Semuanya tampak sebagai fatamorgana yang tak nyata sedikitpun.  Dan kemudian 2 hari setelah Ujian Nasional, MENDIKBUD memberitahukan bahwa standarisasi Ujian Nasional tahun ini mengacu pada Standar Internasional. Sekali lagi, Standar Internasional. Tidakkah itu sesuatu yang mengejutkan bagiku dan bagi kita semua yang menjalani Ujian Nasional tahun ini? Hingga baru-baru ini aku mendengar beredarnya surat terbuka yang ditulis oleh Nurmillaty Abadiah di catatan akun Facebooknya dan berjudul “Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara” yang memuat keluhan, dan ungkapan kekecewaan yang sangat dalam. Namun apa respon beliau yang dituju oleh surat terbuka ini. Beliau tidak percaya bahwa surat terbuka itu ditulis sendiri oleh siswi SMA yang notabene baru menempuh ujian nasional.

Pak, menurut saya sebenarnya bukan masalah percaya atau tidak percaya. Cobalah telaah lebih dalam apa maksud dari surat tersebut. Coba renungkan apa sekecewa itukah kami siswa dan siswi Indonesia yang menempuh Ujian Nasional tahun ini? Pada dasarnya itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini. Kami, siswa dan siswi seIndonesia kecewa atas apa yang tidak sesuai dengan Ujian Nasional tahun ini. Mungkin jika hanya soal yang dibuat setingkat lebih sulit sedangkan SKL tidak melenceng, kami bisa memaklumi. Namun apa yang terjadi di tahun ini? Soal dibuat tidak setingkat, namun bertingkat-tingkat lebih sulit dari apa yang kami duga dan kami sebelumnya. Belum lagi SKL yang banyak melenceng dari apa yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Singkat cerita, seperti itulah kekecewaan yang kami rasa sekarang.

Pak Nuh yang terhormat, semoga anda selalu dalam lindunganNya,
Dan anda selalu di beri kesehatan untuk membuat sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Tertanda, saya salah satu siswi Indonesia yang dirundung kekecewaan :)

No comments:

Post a Comment