Friday, June 27, 2014

No Body Perfect, Guys.

Minggu ini entah kenapa aku banyak menemui orang-orang di sekitarku yang hatinya patah hati. Sebenarnya, aku termasuk salah satu dari mereka. Hanya saja aku enggan menceritakan pada siapa pun kecuali aku berdoa dan menenangkan diriku sendiri. Menurutku itu merupakan cara yang paling ampuh untuk meredakan rasa sakit yang menggores hati.

"Harusnya malem ini gue nonton sama dia nembak dia dengan apa yang udah gue rencanain, yang gue bilang ke elo tadi siang. Tapi dia udah jadian, bat. Ya, Tuhan Maha Asyik, kan. Udah ya, bat. Lo jangan ngomong apa-apa ke dia." - Sobat.

Oke, ini tentang "siapa cepat dia dapat" gitu ya? Dan ternyata memang benar, gebetan si sobatku ini memang sudah menerima cinta dari orang lain. I know what do you feel, bat. Sakitnya di sini kan? *nunjuk jantung*.

"Mbak, setelah semua yang tak lakukan ternyata semua cuman jadi sampah." - Adik Kelas.

Nah, kalau yang ini tentang adik kelasku yang sudah lama memperjuangkan cinta sahabatku, namun tak kunjung mendapatkan jawaban nan pasti. Bahasa gaulnya sekarang itu "digantungin". Tapi aku yakin, si sahabatku ini punya alasan di balik semuanya. Jangan egois ya, Dik. Tolong pikirkan juga sahabatku. Ia tentu juga merasakan serba salah. Jika terlalu serig meresponmu, nanti dibilang pemberi harapan palsu. Tapi jika ia tidak terlalu meresponmu, tentu kamu pasti akan merasa semakin diombang-ambingkan, ya kan? Aku juga yakin, bahwa sahabatku tidak akan menganggap semua darimu itu sebagai "sampah" seperti yang katamu itu. Kalau ia menganggapnya sebagai sampah, tentu ia sudah membuangnya dari awal ia tau kalau kamu menyukainya. Betul?

Aku cukup mengerti apa yang mereka rasakan saat ini. Dan sebenarnya, aku juga sempat merasakan rasa yang sama akhir-akhir ini. Ketika sobatku mengetahui aku sedang *ehm* galau, ia kemudian berkata padaku, "Punya pacar kok galau sih." Ya memangnya kalau sudah punya pacar galau sudah dihapuskan, ya? Nggak keleus. Dan aku yakin pasti adik kelasku juga berfikiran, "Enak kali ya kalau udah punya pacar, nggak patah hati kaya gini." Kata siapa siiih? Buktinya aku, masih pernah patah hati pas pacaran. Yang perlu ditekankan di sini ialah, no body perfect and nothing perfect relationship, too.

Jika banyak orang berfikiran jika yang sudah punya pasangan itu hidupnya akan tentram baik-baik saja, itu keliru. Mereka yang sedang sendiri, lagi pedekate dan lain sebagainya, itu saja bisa mempunyai masalah, bagaimana kami yang sudah punya pasangan? Kami tentu tidak memikirkan diri kami sendiri. Kami tentu harus saling belajar memahami satu sama lain agar tercipta hubungan yang baik. Kami harus saling melengkapi dan memahami segala perbedaan yang terdapat di tengah-tengah kami. Semuanya perlu penyesuaian dan tentu semuanya merupakan proses belajar. Kami yang sudah tidak sendiri ini pun terkadang masih merasakan kesendirian walaupun pada kenyataannya ada seseorang yang menemani. Kami juga terkadang masih bisa bertengkar karena perbedaan pendapat, kecewa atau yang lainnya. Ya pada intinya, kami yang sudah berpasangan ini sama-sama mempunyai banyak permasalahan seperti kalian yang sedang sendiri saat ini. Masing-masing dari kita, tentu harus tau bagaimana caranya menguatkan diri sendiri untuk menghadapi masalah tersebut.

Serupa tapi tak sama.
Sama-sama punya masalah, hanya status yang membedakan.
No body perfect, guys :)

No comments:

Post a Comment