Wednesday, June 25, 2014

Semangat, Sayang.

Kamu di sana bahagia, aku di sini tidak.

Sejak Sabtu lalu saat kepergianmu, aku sudah merasakan gundah teramat sangat. Aku ikhlas melepasmu, namun entah kenapa hatiku masih meronta kesakitan. Ditambah lagi akhir-akhir ini kita sering bertengkar. Suatu hal yang tak ku sukai saat kita berjauhan dan kemudian kita bertengkar. Seakan semuanya tidak punya ujung penyelesaian.

Hari ini merupakan hari dimana kamu harus menjalani tes akademik, kan? Rasanya aku sudah semaksimal mungkin menyemangatimu. Tapi kenapa aku merasa bagimu itu biasa saja, ya? Kenapa aku merasa kamu tidak melihat semua usahaku itu? Ketika aku menggebu-nggebu berusaha membuat semangatmu berkobar, ternyata segalanya kau tanggapi dengan sikap biasamu itu. Jujur aku merasa tidak dihargai, lagi. Apa harus aku merasakan perasaan tidak enak ini lagi? Kamu kan yang memintaku untuk selalu ada dan mendukung setiap langkahmu. Sekarang aku sudah melaksanakan semuanya, apa yang ku dapat? Aku tidak mendapatkan rasa apresiasimu. Kamu merasa? Sepertinya tidak.

Tapi sudahlah lupakan. Aku meyakini semuanya akan indah pada waktunya. Aku lelah jika setiap pagi aku harus menahan apa yang tak seharusnya ku tahan dan aku juga lelah jika setiap malam aku harus mengeluarkan segala kemuakanku yang tak seharusnya aku keluarkan. Tolong, aku butuh pengertianmu saat ini. Aku juga merindukanmu. Tolong perlakukan aku sedikit lebih istimewa agar aku tau bahwa kau masih memprioritaskan seorang wanita sepertiku.

Semangat ya, sayang. Semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran.
Ya walaupun ini belum tentu kau lirik sekali pun,
aku takkan pernah berhenti untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu.
Tertanda, kekasihmu.

No comments:

Post a Comment