Monday, June 16, 2014

Terimakasih Hari Ini-nya

Ceritanya, niatnya udah mau posting tulisan ini semalem. Namun apa daya, kuota internet tidak berkehendak..

Hai kamu, selamat malam. Sedang apa kamu malam ini? Istirahat? Hehehe. Ngomong-ngomong, hari ini indah ya? Kita menghabiskan waktu bersama untuk beberapa jam, kemudian kita bercanda, kemudian lagi kita beradu pendapat, lalu kita bermain game itu yang pada akhirnya aku lah pemenangnya, dan lain sebagainya. Senang tidak? Kalau aku tentu tidak usah ditanya. Bisa dibilang aku kelewat senang sekarang. Hehehe. Aku lega karena di hari-hari terakhir kamu menghabiskan waktu di sini, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu. Bukan begitu? Hehehe

Aku tidak berani menghitung berapa hari lagi kamu akan pergi. Iya aku tahu ini sedikit berlebihan. Tidak berani menghitung tapi aku sendiri sebenarnya tahu berapa lama lagi waktu akan membawamu ke kota besar itu; kota metropolitan yang menjadi cita-citamu menempuh pendidikan itu. Dan aku juga tahu mungkin ini sangat berlebihan bagi orang lain. Mereka melihatku terlalu melankolis dengan banyak berkeluh kesah akan kepergianmu yang sebenarnya hanya sementara dan tidak lebih dari dua minggu itu. Apa seharusnya aku tidak seberlebihan ini ya?

Ya tapi setidaknya pertemuan kita hari ini sepertinya mampu menjadi penangkal rindu yang akan mendera masing-masing dari kita; tentu ketika kamu berada di sana nanti, dan aku yang tetap berada di sini. Namun ini hanya sementara. Aku yakin penangkal ini hanya akan berjalan dalam waktu singkat. Mustahil penangkal ini akan bertahan hingga kamu melangkahkan kaki untuk kembali pulang ke kampung halamanmu ini. Apapun penangkalnya, rindu tidak akan bisa dicegah bagi mereka yang saling mencinta. Rindu itu bagaikan racun yang selalu menggerogoti hati dan relung jiwa mereka-mereka yang tak saling bertemu, tak saling pandang, dan tentu mereka-mereka yang sedang terpisahkan jarak. Kecuali jika mereka mampu bertahan melawan ego yang bersarang di otak mereka. Mereka sedikit mengalah untuk tidak saling beradu kata-kata dan mencoba memunculkan suasana hangat dari dalam diri mereka masing-masing untuk saling mengutarakan cinta atau mungkin kata-kata manis yang bisa dipergunakan sebagai media hiburan ketika berjauhan. Sejujurnya, ini yang aku harapkan. Semoga aku tak kan merasakan rindu yang terlalu dalam. Eh tapi bukan berarti aku tidak ingin merindukanmu, lho. Hanya saja aku ingin rindu yang datang padaku nanti tidak terlalu menyiksaku, itu saja. Kamu mengerti kan?

Oh ya, ingat waktu tadi kamu melihat foto-foto konyol di ponsel ayahku? Kamu tertawa begitu plong hingga perutmu mulas. Ah, jarang sekali aku melihat pemandangan seperti itu. Ketika kamu menunjukkan sesuatu yang lucu kepadaku, aku hanya tertawa kecil untuk menemani tawa besarmu itu. Bukannya aku tidak senang, bukan. Hanya saja tawa besarku ada di lubuk hatiku yang paling dalam. Hal ini sangat jarang sekali terjadi, maka dari itu aku bahagia melihatmu bisa tertawa lepas seperti yang tadi itu. Hatiku ikut tertawa sama besarnya seperti tawa yang muncul dari rongga mulutmu itu. Hmmh... Kenapa ya kesempatan seperti ini datang ketika kamu akan bertandang ke kota orang? Kenapa tidak dari waktu-waktu yang lalu saja agar aku bisa sering-sering melihatmu bertingkah seperti itu? Ya, mungkin aku baru membutuhkan pemandangan yang sedemikian ini sekarang. Aku harap di lain waktu dan di lain kesempatan, Tuhan mempertemukanku dengan pemandangan yang indah seperti ini lagi, aamiin...

Ingat, beberapa hari lagi kalau kamu sudah sampai di kota orang, kamu harus baik-baik ya. Jangan lupa tirakadnya. Jangan sering ngerepoti om dan tante kamu yang ada di sana. Makan yang teratur dan istirahat yang cukup. Sholat tepat waktu dan berdoa yang khusyu. Jangan tidur terlalu malam dan jangan juga bangun terlalu siang. Ingat sholat subuh jangan sampe kelewatan ya. Jangan lupa juga jaga kebersihan. Jangan suka buang sampah sembarangan, kalau emang kepepet kamu kantongin dulu, terus nanti kamu buang kalau sudah ketemu dengan tong sampah. Yang paling penting, jaga kesehatan ya. Bawa obat-obatan yang sesuai kebutuhanmu. Kalau bisa bawa minyak angin buat diperjalanan. Hmm... Pesan apa lagi ya kira-kira? Oh ya, jangan lupa jaga hatinya ya :) hehehe

Kalau saja aku bisa dan diizinkan menemani kamu, aku pasti ikut. Pasti itu. Tapi belum saatnya. Berdoalah agar suatu hari nanti kita akan saling menemani satu sama lain, di manapun, dan kapanpun. Aku juga tidak tega sebenarnya melihatmu menempuh perjalanan jauh ini sendirian. Duduk di kursi penumpang tanpa berteman dengan siapa pun, kemudian mendengarkan deru mesin kereta api tanpa mengobrol dengan siapa pun, lalu kamu melihat pemandangan di sekelilingmu sendirian, sepertinya semua itu cukup tidak mengenakkan. Bukan begitu? Tapi ku mohon bersabarlah sejenak. Mungkin setelah kamu melalui masa tidak mengenakkanmu ini, nantinya kamu akan bertemu dengan sesuatu yang membuat hidupmu enak dan layak. Aamiin..

Sudah dulu ya cerita-ceritanya. Selamat tidur untukmu dan selamat tidur untukku juga. Mimpi yang indah ya. Semoga hari-harimu kelak di sana menyenangkan dan tidak dipertemukan dengan aral melintang yang berarti. Sekali lagi, terimakasih hari ini-nya. Terimakasih sudah membuatku bahagia tak terbatas :)

No comments:

Post a Comment