Friday, July 4, 2014

Baru Kembali, Kemudian Beranjak Lagi.

Baru sebentar saja, kau bergegas meninggalkanku
Rasa rindu padamu kini bersarang di benakku
Cinta itu anugerah yang tak mungkin mudah ku melepaskannya
Walau seribu rintangan tak gentar ku untuk menjalani semua denganmu... - ST12

Well, baru sejenak kau kembali dari kota metropolitan itu ternyata Tuhan memanggilmu kembali untuk mengadu nasibmu di sana.

Selamat atas keberhasilanmu ya, sayang. Aku turut berbahagia, aku bersyukur, aku turut merasakan suka citamu. Sekali lagi, selamat ya. Aku bangga, namun belum sangat bangga. Tunggu, nanti aku akan menjadi sangat bangga ketika kau bisa menjadi salah seorang yang menempuh pendidikan di sana. Semangat!! :D

Sejujurnya, kali ini aku merasa lebih baik untuk menerima kepergianmu daripada yang sebelumnya. Swear! Hehe. Mau bukti? Buktinya sekarang aku tetap tersenyum, tidak merasakan galau yang berlebihan, nafsu makanku tidak hilang; justru aku selalu ingat bahwa tubuhku harus mendapatkan asupan gizi yang sempurna, wkwk; lalu nampaknya aku sudah bisa mengendaikan emosiku, berfikir lebih jernih dan tidak terlalu membuat semuanya rumit.

Entah, aku merasakan pertolongan yang luar biasa dari Tuhan untukku. Hatiku merasakan sejuk luar biasa saat aku berusaha mengendalikan segalanya sendiri. Aku menyandarkan segala gundahku hanya padaNya dan segalanya mendadak menjadi sejuk dan menyegarkan. Apa ini yang disebut berkah bulan Ramadhan? Bisa jadi. Ini berkah yang kau terima dan juga yang ku terima. Bukan begitu kan?

Hingga detik ini saat jemariku mengetikkan beberapa ratus kata ini, bibirku masih memancarkan senyuman yang katamu kau menyukainya. Memang kadang-kadang aku masih mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya sedikit berat, tapi bukankah itu wajar? Wajar dong pastinya. Hehehe. Kau tidak usah terlalu memikirkanku, aku sudah jauh lebih baik di sini, sayang. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku juga punya tekad dalam hati jika nanti kamu sudah sampai kembali di sana, aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu jengkel, sebal atau bahkan sampai memarahiku. Aku akan berusaha tidak akan bertingkah seperti anak kecil lagi seperti apa yang ku lakukan sebelumnya. Aku pasti bisa, pasti. Hehehe

Sempat timbul pertanyaan dalam hatiku, apakah ini sebuah kebetulan ketika Tuhan memanggilmu kembali ke kota itu ketika aku masih menyimpan rasa kangen yang begitu besar? Rasanya tidak. Ya, tidak ada sesuatu yang kebetulan. Everything happen with a reason. Segalanya, tidak terkecuali hal ini. Kepergianmu bukan karena kebetulan. Tuhan punya rencana yang lebih indah di baliknya. Membiasakan aku dan kamu dalam keadaan yang sedemikian ini, membuat masing-masing dari kita menjadi lebih kuat, kan? Hal ini membuktikan bahwa Allah sangat menyayangi kita. Menyayangiku dan menyayangimu juga.

Jangan terlalu mengkhawatirkan di sini. Aku akan baik-baik saja. Ada Allah yang selalu menjagaku. Pasrahkanlah semua padaNya. Percayakan aku kepadaNya. Selalu sampaikan doamu tentangku padaNya, niscaya insyaallah aku akan tetap baik-baik saja. Sama sepertiku. Aku tak bisa menjagamu dengan ragaku, namun aku selalu berusaha menjagamu dengan lantunan doaku.

Tetap semangat sayang! :)
Semoga apapun yang terbaik selalu diberikanNya untukmu.
Aamiin...

No comments:

Post a Comment