Thursday, July 17, 2014

Mimpi Indahku

Malam tadi aku memandang langit begitu cantiknya. Paras wajah bintang-bintang yang bersinar rasanya selalu ingin memantulkan cahayanya pada retina mataku. Namun sayang, indahnya bintang malam tadi tidak ditemani oleh paras elok sang bulan. Kira-kira kemana bulan itu? Kenapa tega meninggalkan bintang? Ah tapi ku pikir, bulan tidak pernah meninggalkan bintang. Hanya saja ia sedang pergi sejenak untk menerangi hamparan langit di belahan bumi yang lain.

Aku ingin suatu saat nanti kita berdua bisa memandangi bintang bersama. Mungkin akan lebih romantis jika kita memandang bintang sambil ditemani secangkir teh hangat dan coklat. Kapan ya kita bisa merasakan suasana indah dan damai seperti apa yang aku impikan itu? Menanggalkan segala keegoisan yang ada dalam diri kita. Oh ya, ditemani oleh Cinta Sejati yang dilantunkan oleh BCL, sepertinya akan menambah keromantisan suasana.

Lalu pada saat kita memandangi ribuan bintang bersama, tiba-tiba kamu memberiku puluhan tangkai bunga mawar yang dirangkai menjadi satu. Apa mungkin pada saat itu aku akan menitihkan air mata karena keharuan yang menyeruak dalam diriku? Apa mungkin jika waktunya tiba aku akan menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku karena tak ingin menunjukkan warna mukaku yang merah padamu? Apa bibirku akan bergetar hingga tak bisa mengucapkan sepatah kata pun walau hanya untuk berterima kasih padamu?

Ah ini hanya rangkaian mimpiku. Jika Tuhan berbaik hati, tentu suatu saat nanti Tuhan akan menghadiahkannya untukku.

Mimpiku hanya sebuah hiburan dalam kesepian yang menderaku akhir-akhir ini. Aku memang sudah jarang menangisimu, meluangkan waktu untuk memikirkan hal-hal buruk yang menimpamu, atau bahkan mengeluh akan ketidak hadiranmu. Aku merangkai mimpi agar kerinduanku bisa sedikit terobati. Daripada harus mengingat kenangan indah kita, itu malah lebih menyiksaku, sebenarnya. Mengingat mereka menjadikan hatiku meronta karena mereka juga takkan bisa mengulang masanya lagi.

Sudahlah, ayo kita rangkai lagi mimpi apa saja yang kita inginkan terjadi di masa depan.
Bagaimana dengan mimpimu untuk kita? Apa kamu merangkainya juga? Tentu aku akan bahagia jika mengetahui ternyata kamu juga punya mimpi tentang kita yang mungkin lebih spektakuler di masa depan.


Aku merindukanmu.
Di sini, aku ingin merangkai mimpi indah bersamamu.
Kamu mau, kan?

No comments:

Post a Comment