Monday, July 14, 2014

Sejujurnya.

15 hari berlalu...

Umur tidak bertemunya kita sama dengan umur bulan puasa tahun ini.

Sejujurnya, setiap malam aku selalu menunggumu. Menunggu kehadiran ucapan selamat malam darimu seperti biasanya. Ucapan selamat malam yang biasa membangunkanku di kala pagi lalu kemudian mengembangkan senyumku. Namun sayang, ketika ku membuka mata di pagi harinya, kau ternyata tak datang.

Sejujurnya, banyak hal yang aku fikirkan tentangmu, tentang kita. Bagaimana jika pada akhirnya kamu tidak akan kembali untuk waktu yang lama? Bagaimana jika aku di sini terus menerus melepasmu pergi lalu menunggumu pulang? Baru terlintas di pikirianku, hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah.

Memang sudah tidak ada air mata yang mengalir dari pelupuk mataku, namun ketika aku melihat banyak pasangan di luar sana bisa saling menatap, mempertemukan masing-masing bola mata mereka, rasanya ada rasa iri teramat sangat salam benakku. Aku kapan? Begitu yang ku tanyakan pada diriku sendiri ketika menemui pemandangan yang demikian.

Aku tidak tahu sampai kapan aku akan terus menghibur diriku sendiri tanpa adanya hadirmu di sini. Aku tidak tahu kemana waktu akan membawa rinduku yang sudah menggumpal terlalu besar untukmu ini. Terlalu banyak rasa yang ku rasakan hingga aku tidak dapat menjelaskan satu persatu.

Aku merindukanmu. Itu sudah cukup kan? Cepat pulang ya...

Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku (Raisa-LDR)

No comments:

Post a Comment