Tuesday, February 17, 2015

Happy *late* Birthday, Sweetheart!


YEP!
Happy Birthday to me!

Sebenernya ini beneran telat. Cuman entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa yang aku tulis di sini tidak seberbobot dulu. *emang dulunya berbobot?* bisa jadi juga. But, yay! Wish me all the best! Harapannya tentu harapan mainstreem setiap orang yang sedang berulang tahun. Sehat selalu. Semakin sukses. Lebih lagi sekarang udah nyampe di semester 2 yay! Ya walaupun bener-bener jauh dari apa yang ditargetkan, semoga untuk semester kali ini bisa lebih bersemangat lagi, dan bisa ngejar ketinggalan-ketinggalan yang lalu.

Yang lalu biarkan berlalu, sekarang buka lembaran yang baru. Inget orang tua, inget target, inget apa yang dicapai di hari-hari sebelumnya.

Dan juga harapannya… semoga makin nggak males menulis yaa. Biar blognya juga nggak nganggur :’) semoga makin kreatif, semoga makin giat dalam segala hal (menghapus segala bentuk kemalasan!), dan... bisa membanggakan orang tua di umur yang sekarang J aamiin.

Stay unyu, Linda! J

Thursday, February 12, 2015

Baru Ku Ungkapkan Rinduku

Entah mengapa jemariku selalu tergerak untuk menuliskan kisah sedih. Sudah tiga minggu lamanya sejak terakhir kali pertemuanku dengannya. Sudah tiga minggu lamanya kami tak saling menatap mata. Yang kami bisa lakukan ialah saling berkirim foto, atau sekedar telepon apabila malam tiba dengan dihalangi sinyal yang tak cukup kuat. Sungguh itu semua sebenarnya tidak cukup untuk meredakan kerinduan di benak kami.

Seminggu tak bertemu, masih bisa ku atasi. Dua minggu tak bertemu, aku memaksakan untuk selalu berkata “tidak apa-apa.” Namun semuanya berakhir ketika menginjak minggu ketiga. Ku putuskan untuk meluapkan kerinduanku. Ya, aku sangat amat rindu. Aku memang baru mengaku hari ini, detik ini. Namun sebenarnya segala yang ku akui sekarang merupakan tumpukan-tumpukan rindu yang belum mau ku sampaikan.

Terlalu banyak orang mengatakan berlebihan, tapi aku tidak pernah mempedulikan. Bagiku, hakku untuk merindukanmu. Tapi sejujurnya memang aku baru terasa harus mengungkapkan kerinduanku sekarang. Dan karena merindukanmu, saat ini juga aku menulis setelah satu bulan lamanya aku menanggalkan tulisan terakhirku. Terimakasih, sudah membuatku menulis lagi.




Tidakkah kamu ingin bertemu denganku? Aku merindukanmu.