Thursday, May 21, 2015

Bintang Malam Ini

Langit Surabaya malam ini sedang cerah-cerahnya. Bintang ada dimana-mana, bulan sedang tersenyum dengan manisnya. Sama persis dengan hatiku. Sedang cerah secerah-cerahnya. Andai dia tahu…

Dari balkon kamarku, aku memandangi langit malam ini dengan suasana hati yang tenang. Sesekali aku tersenyum. Aku membayangkan sesuatu yang lagi-lagi ku temui hari ini. Kamu. Iya, kamu. Aku tersenyum kepada langit luas karena membayangkanmu. Aku ingat bagaimana sudut-sudut yang terbentuk dari lekukan senyummu. Aku ingat setiap detik yang kau habiskan hanya untuk menertawakan betapa konyolnya aku. Aku ingat juga cara berjalanmu yang khas. Aku ingat semuanya, tentu saja. Kalau tidak tentang dirimu, hal apa lagi yang membuat otakku sesak hingga kemudian bisa tersenyum sendiri ketika melihat bintang?

Di antara beribu bintang, hanya kaulah yang paling terang
Di antara beribu cinta,pilihanku hanya kau sayang…

Lagu itu yang entah sudah berapa kali aku senandungkan malam ini. Tidak ada rasa bosan untuk terus menerus melantunkannya. Skema tentangmu seakan terus terkonsep seiring dengan alunan laguku dan tatapan mataku pada bintang. Jantungku sesekali berdegup lebih kencang ketika ada pesan masuk walau aku tak tahu siapa pengirimnya, dan aku harap itu adalah kau, si Tuan super sibuk.

Sayangnya, aku ini introvert. Sulit bagiku untuk mengemukakan secara gamblang kesukaanku pada sosokmu. Sulit bagiku untuk terbuka tentang bagaimana rasaku. Hanya lewat secarik kertas ini ku tuliskan dengan jelas dan tak terbata-bata, aku menyukaimu.

Campur aduk rasanya ada di posisiku. Bahagia saat dekat, namun ketika kamu bersama yang lain, kelabu rasanya. Ah tidak. Aku bersyukur dengan jarak yang diberikan Tuhan untukku saat ini bersama bintang—kejora—ku. Jika aku bisa melihat ribuan bintang di langit yang seakan diam dan ikut menatapku, hal tersebut juga terjadi saat aku menatap gambarmu. Kau tak bergerak, namun aku akan terus merasa bahwa kau juga terus menatapku—kita saling menatap.





Manusia bisa memilih seperti apa psychologycal well-being yang mereka inginkan.
Pun aku.
Psychologycal well-being yang ku pilih ialah, sosokmu.

No comments:

Post a Comment