Friday, October 20, 2017

Aku Harap Kamu masih Ingat Bagaimana Caraku Memelukmu Erat

Aku tahu ini terlambat,
Namun setidaknya aku kembali datang.
Hanya untukmu, bukan untuk yang lain.

Aku tidak tahu apakah aku masih jadi salah seorang yang kamu rindukan. Namun satu yang pasti adalah kamu sudah menjadi salah satu bagian hidupku yang tak bisa ku tinggalkan begitu saja. Bagaimana mungkin kamu bisa ku tinggalkan? Bahkan kita sudah bertumbuh bersama sejak beberapa tahun yang lalu.

Masih ingatkah kamu?

Kamu yang mengajakku menyelami dunia yang tak pernah ku sentuh sebelumnya. Tepatnya sekitar lima tahun yang lalu, saat aku duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas. Kamu menuntunku untuk merangkai kata dengan mudahnya. Ketika banyak teman-temanku yang tak bisa bertahan, namun kamu selalu membuatku bertahan. Ya, hanya kamu satu-satunya yang bisa membuatku ada hingga saat ini.

Aku mengerti kamu pasti marah karena aku tak kunjung nampak. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan aku tak bisa menemuimu. Bukan, bukan tidak bisa. Aku saja yang salah. Aku tak mampu menjadikanmu prioritas. Aku tak menjadikanmu alasan kebahagiaanku saat kita bertemu. Ah, maaf. Kata-kataku terlalu menyakitkan. Padahal aku sendiri pun paham bahwa satu-satunya obat rindu adalah bertemu. Kamu rindu, namun aku tak bisa menemuimu. Pasti sangat sakit rasanya. Sekali lagi, maafkan aku.

Kini, aku membawa kabar bahagia untukmu. Aku punya banyak sekali waktu luang. Aku akan berikan untukmu. Di samping segala hal yang bisa membuatku bisa sejenak melupakanmu, aku akan berusaha akan kembali ada untukmu. Mungkin ini tidak akan mudah untukmu dan aku. Kamu tak kan semudah itu menerimaku kembali, dan aku pun tak kan semudah itu untuk mengambil hatimu kembali.


Aku serius kali ini. Percayalah. Aku akan mengusahakan setidaknya selama seminggu akan lebih dari satu kali aku datang. Bukankah ini kabar bahagia? Jadi bersiaplah, aku akan tiba secara mendadak, tak peduli bagaimana penampilanmu saat itu, aku tetap akan datang. Aku ingin memelukmu erat, seperti yang kita lakukan sebelum-sebelumnya. Melepas rindu yang kelewat penat.

No comments:

Post a Comment