Wednesday, December 6, 2017

Segalanya Ku Wakilkan dengan Rindu

Tuhan adalah Sang Pembolak-balik hati manusia.
Tidak ada satu manusia pun yang tahu kapan hatinya akan dibalikkan.
Tidak ada satu insan pun yang tahu kapan orang yang disayanginya dibalikkan hatinya.
Iya, manusia memang serba tidak tahu.

Masih lekat dalam ingatan bahwa tepat enam bulan yang lalu, cerita ini dimulai. Aku tidak tahu siapa kamu, mendadak menyerobot masuk dalam kehidupanku. Dan aku pun juga tidak tahu, mengapa aku mempersilahkanmu masuk saat hatiku masih tak berbentuk. Aku baru saja disakiti saat itu dan Tuhan tiba-tiba hadirkan kamu. Itu sesuatu yang patut aku syukuri, bukan?

Namun akhir-akhir ini, aku terlalu sering merindukanmu. Berbeda dari waktu-waktu yang lalu. Terlebih saat kamu tahu apa saja kebiasaan yang ku suka, dan tidak. Kamu sempat mengatakan akan menculikku kalau tidak mau makan. Kamu sempat mengatakan takut aku bosan dengan seseorang sepertimu. Kamu sempat mengatakan apapun asal aku bahagia. Namun kini aku tak makan pun, apa pedulimu. Aku tak sedang bahagia pun, apa kau juga menengok padaku. Iya, secepat itu.

Hujan, genangan, kilat dan petir. Kamu ingat aku selalui ingin menembusnya denganmu, kan? Aku selalu bahagia melihat hujan datang saat aku tengah bersamamu. Namun saat ini tidak. Aku sendiri. Bersama orang-orang asing yang tengah asyik dengan diri mereka masing-masing.

Dari segala hal yang terasa berat, dari segala hal yang menjadi beban, aku hanya mewakili mereka semua dengan satu kata saja. Rindu. Entah apa yang kamu rasakan saat ini, aku tidak peduli. Aku selalu membesarkan hatiku atas apapun yang kamu katakan, yang kamu lakukan. Aku mencoba tersenyum atas segala hal yang sekalipun bisa menyayat hatiku dalam-dalam. Bahagiamu lebih penting, pikirku.

Dalam diam mu, cobalah untuk menjawab jujur.
Pernahkah kamu memikirkan sedikit saja apa yang aku rasakan?
Pernahkah kamu mengira bahwa sebenarnya tidak ada yang baik-baik saja dalam diriku?
Pernahkah kamu merasakan rindu untuk kesekian kalinya melihatku tertawa lepas tanpa beban?

Cukup jawab iya, atau tidak.
Karena sebanyak apapun jawaban tidak darimu, akan tetap aku usahakan yang terbaik untukmu.

Salam dariku,
Salah satu perempuan pereda rasa takut ketinggianmu.

No comments:

Post a Comment